Thursday, September 20, 2018

Sudah Lelah Difitnah 10 Tahun, SBY minta Jokowi bantu perjuangkan Martabatnya

Media Asian Sentinel meminta maaf kepada Ketua Umum Partai demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atas artikel investigasi terkait pencucian uang atas kasus Bank Century sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun yang ditulis langsung pendiri Asian Sentinel John Berthelsen. Partai Demokrat menghargai permohonan maaf yang telah disampaikan media online berbasis di Hong Kong tersebut. Namun proses gugatan tetap berjalan.

SBY sudah membaca permohonan maaf Asian Sentinel tersebut. Bahkan, SBY mengaku sudah memaafkan penulis artikel tersebut.

Sudah Lelah Difitnah 10 Tahun, SBY minta Jokowi bantu perjuangkan Martabatnya


"Meskipun kerusakan (damage) thd nama baik SBY & Demokrat sudah terjadi, sbg org beriman & umat hamba Allah, saya berikan maaf," ujar SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono dikutip merdeka.com, Kamis (20/9).

Namun SBY menegaskan proses pengusutan atas artikel yang dianggap fitnah itu tetap berlanjut. Menurutnya, banyak misteri dan teka teki yang harus dijawab dan dibongkar terkait konspirasi di balik munculnya artikel itu.

"Skandal fitnah ini libatkan elemen asing & bangsa sendiri. Tim Investigasi akan terus bekerja (di dalam & di luar negeri) hingga tuntas," jelasnya.

Bukan tanpa alasan SBY menyebut fitnah itu bagian dari konspirasi. SBY mendapat laporan ada politisi dan media massa televisi yang dianggap sudah keterlaluan menyebarkan fitnah ini. SBY ingin kasus ini diusut tuntas karena tak ingin Indonesia menjadi sarang produksi dan distribusi fitnah serta hoaks.

"Kalau tidak dibongkar sampai akar-akarnya, setiap saat fitnah keji ini akan dimunculkan lagi. Saya sudah lelah & bersabar selama 10 tahun," ucapnya.

Dia tengah mencari jalan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Dia berharap pihak kepolisian membantunya. Dia juga berharap bantuan dan dukungan dari kedutaan besar. Sebab, media ini berbasis di Hong Kong.

Terkait hal ini, SBY punya permintaan khusus pada Presiden Joko Widodo. SBY merasa punya hak memperoleh jaminan perlindungan dan kehormatan sebagai mantan Presiden dan rakyat Indonesia.

"Saya mohon izin Bapak Presiden Jokowi utk perjuangkan kebenaran ini, demi martabat & kehormatan saya sebagai mantan Presiden. Sesuai dgn konstitusi kita (UUD 1945), sbg warga negara, saya berhak mendapatkan perlindungan atas kehormatan & martabat saya," ucapnya.

Untuk diketahui, artikel investigasi terkait pencucian uang sebesar USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun itu ditulis langsung oleh pendiri Asian Sentinel John Berthelsen berdasarkan laporan investigasi sebanyak 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauitius pekan lalu.

"Asia Sentinel ingin menarik kembali artikel yang terbit pada 10 September 2018 yang ditayangkan di situs tentang pemerintahan Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia," demikian isi permintaan maaf yang dikutip merdeka.com, dari situ asiasentinel.com, Rabu (19/9).

Dijelaskan juga, Asia Sentinel mengakui jika artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi John Berthelsen, secara tidak adil telah menyampaikan berbagai tuduhan terkait gugatan kasus century yang sedang berjalan.

"Kami mengakui bahwa kami tidak meminta konfirmasi terhadap nama-nama yang disebut dalam artikel itu. Artikel itu juga sangat sepihak dan telah melanggar praktik jurnalisme yang adil."

Sebagai tindak lanjut permintaan maaf, Asia Sentinel juga menyatakan telah mencabut artikel itu dari situs mereka. "Kami meminta maaf terhadap Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan pihak-pihak yang tersinggung atas artikel itu, termasuk kepada rakyat Indonesia. Kami sangat menyesalkan atas kerugian yang telah diakibatkan oleh tudingan itu."

"Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang secara luas dihormati sebagai negarawan di Asia."

MERDEKA

Disebut Fahri Pedagang, Sandiaga Membantah

Bakal cawapres Sandiaga Uno menyebut dirinya bukan pedagang. Pernyataan itu merupakan respons Sandiaga terkait pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menyebutnya bukan ulama melainkan pedagang.

"Saya nggak pernah berdagang, ya. Mungkin saya perlu garis bawahi. Saya entrepreneur, ya. Saya pengusaha di bidang keuangan dan investasi, ya. Tapi, berdagang sendiri itu nggak pernah. Kaya orang bilang berdagang di pasar, saya nggak pernah berdagang di pasar," kata Sandiaga saat ditemui di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Disebut Fahri Pedagang, Sandiaga Membantah


Namun, Sandiaga mengaku memahami betul seluk-beluk tentang pasar tradisional. Tapi, dia meminta agar urusan pelabelan ulama atau pedagang ini tak dipersoalkan lagi.

"Tapi ngerti pasar tradisional, ya. Saya ngerti banget karena saya ketua asosiasi pedagang pasar tradisional seluruh Indonesia," ujar Sandiaga.

"Ya, ini kembali lagi, definisi melawan definisi, masalah internal definisi atau labelisasi itu yang mengaburkan satu diskusi yang mestinya lebih subtantif," imbuhnya.

Fahri memang tak sepakat dengan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang menyebut Sandiaga sebagai ulama. Fahri mengategorikan mantan Wagub DKI Jakarta itu sebagai pedagang.

"Ilmuwan itu ya ilmuwan, bukan apa namanya... pedagang, gitu. Sandi itu pedagang, namanya tajir kalau di dalam bahasa orang kampung kita itu, tajir. Ya bukan ulamalah," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9).

DETIK

Minta Maaf, Asia Sentinel Puji SBY sebagai Negarawan Asia, Masalah Selesai?

Kantor Berita Asia Sentinel telah mencabut berita berjudul 'Indonesia's SBY Goverment: Vast Criminal Conspiracy'. Berita itu menjadi heboh karena mengaitkan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan kasus Bank Century.

Asian Sentinel pun mengunggah permintaan maafnya kepada SBY atas kisruh yang ditimbulkan dari artikel yang dipublish 10 September lalu itu. Artikel yang ditulis langsung oleh Pimpinan Redaksi Asia Sentinel John Berthelsen itu juga diakui tidak berimbang.


"Kami mengakui bahwa kami tidak mencari komentar yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Dan artikel itu hanya satu sisi serta melanggar praktik jurnalistik yang adil," tulis Asia Sentinel dikutip Kamis 20 september 2018.

Lebih lanjut kantor berita itu meminta maaf kepada SBY dan Partai Demokrat serta pihak-pihak yang disebut dalam artikel tersebut. Permintaan maaf pun disampaikan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman ini," tegasnya.

"Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia," tambannya.

Viva

Sudah Dapat Solusi Akses Jalan ke Rumahnya, Pak Eko Masih Belum Srek, Ini Lantarannya

Eko Purnomo (37) akhirnya bisa masuk rumah setelah tetangganya memberikan sebagian lahan untuk jalan masuk menuju ke rumahnya. Namun Eko tampak masih memiliki ganjalan lantaran pemberi jalan bukan sesuai denah melainkan orang lain.

Berdasarkan denah yang ada dalam sertifikatnya, akses jalan Eko seharusnya melalui rumah yang saat ini ditempati oleh tetangganya bernama Rohanda yang berada di sebelah kiri rumah Eko. Namun berdasarkan mediasi kemarin, yang memberi jalan justru rumah milik ahli waris Imas yang berada di belakang rumah Eko.


"Jujur keinginan saya mah jalan yang kini dibangun rumah Ibu Rohanda sesuai di sertifikat dan berita acara BPN (Badan Pertanahan Nasional) serta mengacu kepada keabsahan dari sertifikat yang saya miliki," ujar Eko kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Kamis (20/9/2018).

Eko mengaku solusi yang kini telah ada belum sepenuhnya dibilang selesai. Sebab hak akses jalan sesuai sertifikat yang juga dituntutnya belum terkabulkan.

"Kalau bagi kami tidak bisa bilang selesai atau belum, cuma intinya hak yang sesuai di sertifikat yang selama ini saya tuntut tidak dikabulkan, seolah-olah hukum tidak digunakan dan aturan dilanggar," kata dia.

Eko mengatakan dirinya sudah mengutarakan haknya dalam mediasi kemarin. Namun pemerintah setempat sebagai penengah dalam mediasi tetap mengambil jalan tengah yang kini menjadi solusi akses jalan.

"Sudah diutarakan di mediasi berkali-kali saya minta hak sesuai di sertifikat tapi karena itu solusi dari pengurus saya terima. Masa ada yang mau ngasih jalan saya tolak, intinya menolak rezeki. Tapi tetap hak saya sepenuhnya belum saya dapatkan walaupun itupun solusi terbaik. Meskipun dengan berat hati tapi tetap saya dengan adik akan mencari keadilan hak yang sesuai di sertifikat," ucap Eko.

Kendati demikian, Eko tetap menerima apa yang telah menjadi solusi. Dia mengaku masih akan tetap memperjuangkan apa yang jadi haknya.

"Tapi sudahlah, daripada nanti jadi ramai lagi biar nanti saya dan adik akan memperjuangkan hak ini dengan cara saya sendiri mau kemana, ke siapa saya mengadu intinya hukum tidak adil dan aturan tidak ditegakkan seadil-adilnya," tutur Eko.

Kisah rumah Eko di Kampung Sukagalih, RT 5 RW 6, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung itu viral di media sosial. Rumah bercat hijau itu sejak 2016 lalu terblokade oleh bangunan lain sehingga tidak memiliki akses jalan.

Awalnya rumah yang menjadi kontrakan itu berdiri di sebidang tanah kosong. Lama kelamaan rumah tersebut mulai dikeliling oleh bangunan milik tetangganya karena status kepemilikan tanah sudah berpindah tangan.

Saat itu Eko mengaku sempat mencari solusi dengan menawar sebidang tanah milik tetangganya Rp 10 juta untuk akses jalan. Namun hal itu menemui jalan buntu hingga rumah kontrakan tersebut tak lagi dihuni oleh siapa pun.

Eko mencoba untuk meminta solusi pada pihak lain. Salah satunya meminta tolong pada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, namun tak digubris. Akhirnya Eko difasilitasi oleh Wakil Wali Kota Banadung Oded M Danial.

Titik terang mulai muncul setelah Plh Wali Kota Bandung Dadang Supriatna datang langsung ke lokasi dengan didampingi oleh dinas terkait, BPN dan perwakilan TNI/Polri. Kedatangan mereka untuk mencari solusi dengan melihat data dan fakta di lapangan. Hanya saja saat itu tidak ada keputusan karena Eko sedang tidak ada di tempat.

Sehari berselang, Rabu 19 September 2018, menjadi hari bersejarah bagi Eko setelah menunggu selama dua tahun. Melalui musyawarah yang digelar di Kantor Kecamatan Ujungberung akhirnya Eko bisa memilik akses untuk keluar masuk rumah.

Dalam musyawarah tersebut tetangga Eko yang merupakan ahli waris almarhumah Imas bersedia menghibahkan sebagian rumahnya untuk menjadi jalan. Hibah yang diberikan seluas 1x6 meter.

Detik

Dede Indonesian Idol Pernah Bilang Nyanyi itu Akting, Titi DJ Terkesima

Dede 'Idol' ditangkap polisi atas dugaan pencurian dengan menjebol kaca mobil. Menurut Dede 'Idol', menyanyi itu cuma akting.

Ucapan tersebut diungkapkannya di penampilan terakhir dalam ajang Indonesian Idol 2008. Sebelum tampil dengan membawakan lagu 'Begitu Indah', Dede dipersilahkan untuk mengungkapkan isi hatinya.


"Paling susah dalam mengamen itu, aku bisa berhasil buat orang dari males jadi ingin lihat pengamen. Nyanyi itu akting, jadi setiap ganti lagu ganti skenario," ungkapnya ketika itu.

Usai tampil membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Padi, Dede 'Idol' pun mendapatkan komentar dari para juri. Penilaian pertama muncul dari Titi DJ.

"Saya tertarik dengan statemen kamu tadi, menyanyi adalah akting, karena aktor dan aktris juga begitu, melebur. Ganti lagu adalah ganti skenario, itu statement yang menarik. Tapi sayangnya skenario kamu belum mengena, jadi masih kurang chemistrinya, kalau soal nyanyi kamu sudah ada ciri kuat," ungkap Titi DJ.

Dede 'Idol', ditangkap atas tuduhan pencurian. Ia ditangkap dengan barang bukti satu buah drone.


Orangnya Di Penjara, Rumah Roro Fitria Dirampok, Ini Jumlah Kerugiannya

Polisi tengah mengusut pencurian di rumah artis Roro Fitria di perumahan Patio Residence, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa Iptu Sofyan Suri menuturkan aksi pencurian ini terjadi pada Selasa (18/9/2018) malam atau Rabu (19/9/2018) dini hari, ketika ibunda, asisten, dan asisten rumah tangga Roro Fitria sedang lengah.

"Menurut keterangan pembantu, pada malam hari dia bersama ibu korban masuk ke dalam kamar untuk tidur. Pada pagi harinya ketika bangun tidur hendak mengambil handphone yang sebelumnya diletakkan di meja ruang tamu tidak ada," kata Sofyan dalam keterangan tertulis, Kamis (20/9/2018).


Selain ponsel, uang tunai Rp 500.000 di dompet asisten rumah tangga Roro juga raib. Curiga ada maling, asisten rumah tangga Roro pun mengecek seisi rumah. Ketika ke lantai dua, didapati jendela gudang sudah dicongkel dan teralisnya terbuka.

"Lalu saat pembantu masuk ke dalam ruangan milik Ibu Roro, ruangan sudah berantakan diduga pelaku mengambil perhiasan yang ada di kamar Ibu Roro," ujar Sofyan.

Setelah asisten rumah tangga Roro melapor ke polisi pada Rabu siang, polisi langsung memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari rekaman kamera CCTV.

"Kerugian belum dapat ditaksir. Barang yang dipastikan hilang satu buah HP dan uang Rp 500.000," ujar Sofyan.

Kompas

Pernah Terkenal di Indonesia Idol Hingga Merayu Titi DJ, Dede Ditangkap Polisi Kasus Kriminal, Ngeri!

Mantan finalis Indonesia Idol, Dede Richo Ramalinggan (29), terlibat aksi kriminal bersama sang kakak.

Ia menyikat isi mobil yang sedang terparkir dengan modus memecahkan kacanya.

Tindakan kriminal ini terungkap oleh Polsek Serpong setelah mendapat laporan dari pemilik mobil Daihatsu Ayla yang kehilangan drone DJI Mavic ketika terparkir di McDonald Sunburst BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018).


Kakak Beradik itu membobol mobil Yoza dengan cara memecahkan kaca menggunakan pecahan busi.

Setelah kaca mobil pecah, Dede Idol dan kakaknya berhasil menggasak satu tas berisi sebuah drone DJI MAVIC berwarna silver.

Tim Vipers Polsek Serpong pun bertindak cepat dengan langsung melakuka pencarian pelaku, hingga pada Selasa (18/9/2018), polisi berhasil meringkus Dede Idol di kontrakannya di Rawa Kucing, Sewan Neglasari, Tangerang.

"Lalu dikembangkan ke pelaku berikutnya atas nama DFO swkitar jam 08.00 WIB berhasil ditangkap di Perumahan Icon Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang," papar AKBP Ferdy.

Kapolres juga memaparkan Dede Idol dan kakaknya sudah beraksi di sembilan lokasi berbeda sebelumnya di wilayah Tangsel, Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Jakarta Selatan (Jaksel).

"(Lokasi) 10 di depan SMU 70 Bulungan, Jakarta Selatan," paparnya.

Dede Idol dan kakaknya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun kurungan penjara.

Seiring dengan pemberitaan tersebut, kini sosok Dede Richo menjadi perhatian publik.

Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, Dede Richo merupakan mantan finalis Indonesia Idol di tahun 2008 atau musim ke-5.

Kala itu, Dede Richo menjadi peserta asal Medan.

Pria kelahiran tahun 1989 itu sempat menjadi musisi jalanan selama dua tahun di jalan Elisabeth dan Setiabudi, Medan.

Kemudian, ia mencoba peruntungannya di dunia musik dengan ikut berkompetisi di audisi Indonesia Idol tahun 2008.

Saat ikut audisi, Dede Richo kenakan jaket abu-abu dan membawa gitar serta pakai syal.

Dalam kesempatan itu, Richo sempat merayu para juri yang baik hati khususnya Titi Dj.

Rayuan itu dilakukan agar ia mendapatkan golden tiket untuk melaju ke babak selanjutnya.

Bahkan, ia sempat mendapat uang sebesar Rp 50 ribu dari seorang juri.

Tak hanya uang, aksi bernyanyinya juga membuat ia mendapatkan golden ticket.

Ia masuk menjadi 12 finalis Indonesia Idol.

Dede Richo kala itu tereliminasi dan harus meninggalkan panggung Indonesia Idol sekitar 6 Juni 2008.

Berikut sederet lagu yang sempat dibawakan Dede Richo dipanggung Indonesia Idol mengutip berbagai sumber.

Workshop 1: Munajat Cinta - The Rock

Workshop 2: Yogyakarta - KLa Project

Pregala & Wildcard: Rahasia Perempuan - Ari Lasso

Spectakuler 1: Pupus - Dewa

Spectakuler 2: Hey Gadis - Samsons

Spectakuler 3: I Miss You but I Hate You - Slank Tidak Aman

Spectakuler 4: Begitu Indah - Padi Eliminasi



 TribunNews