Friday, August 17, 2018

Ceramah di Ponpes Nurul Muhibbin, UAS: Dilarang Golput, Pilihlah Pemimpin yang Dekat dengan Ulama

Ustaz Abdul Somad menghadiri tabligh akbar di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Kitun Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel, Kamis (16/8) pagi.

Di sana, ustaz yang menolak didaulat sebagai cawapres itu telah disambut ribuan jemaah. Beberapa bahkan ada yang datang dari Kalimantan Tengah.


Saking antusiasnya menyambut dai yang tampil sederhana ini, ribuan jemaah sampai rela berpanas-panasan di jalan dan gang sempit di sekitaran Ponpes Nurul Muhibbin sampai dekat Masjid Sulaha Barabai.

Kedatangan Ustaz Abdul Somad di Ponpes Nurul Muhibbin Barabai disambut langsung oleh KH Ahmad Bakhiet serta ulama, Habaib dan Plt Bupati HST HA Chairansyah. Hadir juga pada kesempatan tersebut, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah Syekh Asal Al Makki Al Banjari.

Salah seorang jemaah Asal Barito Timur Anwar Prabowo, mengaku sengaja datang ke Barabai untuk bertemu dan mendengarkan ceramah langsung dari Ustaz Abdul Somad. Pasalnya selama ini dirinya hanya melihat dan mendengarkan tausiah UAS dari televisi dan YouTube saja.

Baca juga: (Api Obor yang Dipegang Mendadak Mati, Presiden Jokowi Menoleh 'Kanan Kiri')

"Saya memang sudah lama mengagumi beliau, ulama yang sederhana santun namun tegas dalam berdakwah," ungkap guru di SMAN 1 Patangkep Tutui ini.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Kitun Barabai, KH Ahmad Bakhiet atau biasa dipanggil Guru Bakhiet mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktu Ustaz Abdul Somad. Sehingga dapat hadir dan memberikan tausiah di Ponpes Nurul Muhibbin Kitun Barabai.

"Kita doakan Ustaz Abdul Somad dan seluruh jemaah yang hadir agar selalu sehat dan diberikan keberkahan oleh Allah," ungkapnya.

Sementara itu Ustaz Abdul Somad Batubara mengaku terharu atas antusiasnya dan ramainya jemaah yang hadir.

"Dengan ramainya jemaah hari ini, Allah memperlihatkan para jemaah sangat mencintai ulama," ungkapnya.

Baca juga: (Viral Panjat Tiang Bendera, Bocah Bernamaa Joni ini Diundang Menpora ke Jakarta)

Dia menambahkan, kehadirannya di Kabupaten HST ini juga sekaligus menyambung tali silaturahmi dengan para ulama, umara dan para Habaib keturunan Rasulullah di Banua.

Pada tausiahnya kali ini, UAS juga mengimbau agar di tahun politik jemaah tidak menjadi golongan putih (Golput). Menurutnya, memilih pemimpin itu hukumnya wajib. Oleh sebab itu menurutnya, pilihlah pemimpin yang dekat dengan ulama dalam kehidupannya.

Sumber: JPNN

Api Obor yang Dipegang Mendadak Mati, Presiden Jokowi Menoleh 'Kanan Kiri'

Pawai obor atau torch relay tiba di Istana dan disambut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Api obor tersebut sempat mati saat dibawa berlari oleh Jokowi.

Obor Asian Games 2018 tiba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018) pukul 16.19 WIB. Jokowi dan Menpora Imam Nahrawi menyambut obor tersebut dengan berlari.


Prosesi estafet api obor berlangsung. Seusai estafet, Jokowi membawa obor tersebut.

Baca juga: (Viral Panjat Tiang Bendera, Bocah Bernamaa Joni ini Diundang Menpora ke Jakarta)

Namun tiba-tiba, obor yang dibawa Jokowi mati. Langkah Jokowi sempat terhenti beberapa saat dan menoleh ke arah kanan-kiri dan belakang.

Tak lama kemudian, petugas membantu menyalakan api obor tersebut ke Jokowi. Jokowi lalu melanjutkan larinya ke panggung utama Istana.

Selanjutnya, obor tersebut diterima Ketua Inasgoc Erick Thohir. Erick membawa kembali obor tersebut.

Baca juga: (Fahri Hamzah Ungkap Hasil Perbincangan Dirinya dengan Habib Rizieq Shihab)

Aksi torch relay ini juga dihibur oleh aksi panggung Ari Lasso. Ia membawakan sejumlah tembang hits.

Detik

Viral Panjat Tiang Bendera, Bocah Bernamaa Joni ini Diundang Menpora ke Jakarta

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bakal mengajak Yohanes Andigala alias Joni, siswa SMPN Silawan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Jakarta dalam waktu dekat.

Undangan ini menjadi tindak lanjut pemerintah karena mengetahui aksi heroik Joni yang memanjat tiang bendera karena tali di ujung tiang putus, sehingga bendera merah putih tidak dapat dikibarkan.


"Kami menghargai dan sebisa mungkin akan panggil Joni ke Jakarta. Dia tidak ada rasa takutnya kecuali bendera Merah Putih diselamatkan dan bisa berkibar di perbatasan Atambua dan Timor Leste," kata Imam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (17/8).

Baca juga: (Fahri Hamzah Ungkap Hasil Perbincangan Dirinya dengan Habib Rizieq Shihab)

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, aksi ini terjadi ketika pengibar membentangkan bendera tetapi ternyata tali yang mengkaitnya terlepas. Insiden itu tak menyurutkan petugas dan peserta. Mereka tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga selesai.

Joni pun kemudian beraksi setelah Indonesia Raya selesai. Ia memanjat tiang bendera hingga ujung dan meraih tali yang terlepas tersebut kembali ke bawah.

Mengetahui aksi tersebut, imam berpendapat Joni merupakan sosok idola baru saat ini.

Baca juga: (Seorang Pria Panjat Gedung Depan DPR/MPR, Warga: Dia Kayak Bikin Sarang)

"Kalau ada yang bertanya siapa pahlawan hari ini saya katakan adalah Joni (dari) Belu. Joni telah menyelamatkan kita semua, menyelamatkan bendera Merah Putih. Ada yang minta dia turun ternyata tekadnya tidak pupus. Semakin bulat dan naik ke tiang paling tinggi," terang Iman.

Oleh karena itu, selain mengajak Joni ke Jakarta, Imam berharap bisa mengajaknya nonton ke salah satu cabang olahraga.

"Semoga saya bisa ajak Joni nonton salah satu cabang olahraga di Asian Games," harapnya. (agi/agi)

CNN

Fahri Hamzah Ungkap Hasil Perbincangan Dirinya dengan Habib Rizieq Shihab

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah sempat bertemu dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Mekah, Arab Saudi. Fahri mengatakan Rizieq cukup tahu situasi politik di Indonesia secara akurat.

"Menurut saya, HRS semakin sehat dan kemampuannya membaca peta situasi semakin tajam...semoga Allah SWT menjaga beliau...Amin ya Rab," cuit Fahri lewat akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Jumat (17/8/2018).


Pertemuan dengan Rizieq itu terjadi pada Kamis (16/8) malam setelah Fahri dan Fadli menghadiri pengajian Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi Al Maliki di Rusyaifah Mahatohallukmani Syare Al Maliki, Mekah. Ketiganya mengobrol hingga Jumat (17/8) menjelang subuh.

Baca juga: (Seorang Pria Panjat Gedung Depan DPR/MPR, Warga: Dia Kayak Bikin Sarang)

Menurut Fahri, Habib Rizieq sampai menyiapkan waktu khusus untuk pertemuan itu. Menurutnya, mereka rindu mengobrol panjang sehingga pertemuan malam itu berlangsung hingga menjelang subuh.

"Tentu lama, karena kami semua rindu ngobrol panjang. Dan beliau siapkan khusus waktu buat kami. Alhamdulillah. Beliau tidak nampak lelah sama sekali dan bersemangat sampai menjelang subuh kami pamit," ujar Fahri saat dihubungi lewat WhatsApp.

Dalam obrolan hingga menjelang subuh itu, ada banyak hal yang dibahas Fahri, Fadli Zon, dan Habib Rizieq. Salah satunya terkait situasi politik di Tanah Air menjelang Pilpres 2019. Menurut Fahri, Rizieq tahu banyak informasi akurat.

"Karena dia cukup tahu situasi sangat akurat...," ujarnya. Fahri belum membalas lagi pesan WA yang dikirim saat ditanya seperti apa pandangan Rizieq soal situasi politik terkait Pilpres 2019.

Baca juga: (Sandiaga Uno: Tadinya Mau Pencitraan dari UBK ke Masjid Bung Karno, Tapi Ada Kesalahan)

Kedatangan Fahri dan Fadli Zon ke Mekah sendiri untuk mengawasi pelaksanaan ibadah haji di Mekah. Turut hadir dalam rombongan DPR, Ketua Komisi VIII Ali Taher, Wakil Ketua Komisi VIII Aceh Hasan Syadzily, dan anggota Dewan lainnya.

Detik

Seorang Pria Panjat Gedung Depan DPR/MPR, Warga: Dia Kayak Bikin Sarang

Seorang pria memanjat gedung tinggi di seberang Gedung DPR/MPR di kawasan Jalan S Parman, Slipi, Jakarta. Pria yang tak dikenali itu sudah berada di atas Gedung Permata saat saksi mata menyaksikan kejadian.

Dihubungi VIVA, Dhion Toradan yang menyaksikan pria tersebut mengaku terkejut saat sekitar pukul 16.00 WIB melewati wilayah itu, dia menyaksikan pria itu sedang beraksi. Saksi mata kala itu sedang mengemudi mobil.


"Di Simpang Slipi tadi, dia di atas Gedung Permata," kata Dhion di Jakarta, 17 Agustus 2018.

Baca juga: (Sandiaga Uno: Tadinya Mau Pencitraan dari UBK ke Masjid Bung Karno, Tapi Ada Kesalahan)

Dia mengatakan sempat melaporkan ke polisi dan merekam aksi pria berkulit gelap itu. Namun polisi menurut dia tak juga datang hingga Dhion meninggalkan lokasi.

"Mungkin masih di sana kali tuh, dia kayak bikin apa ya semacam sarang apa gitu, sempat videoin," kata pria tersebut.

Baca juga: (Viral Video Bocah NTT yang Panjat Tiang Bendera, Ternyata Ini Alasan Di Baliknya)

Menurut saksi mata, pria tersebut berkulit gelap. Dia diduga bisa menaiki gedung degan bantuan tiang baliho yang memang posisinya tinggi hingga gedung.

Viva

Sandiaga Uno: Tadinya Mau Pencitraan dari UBK ke Masjid Bung Karno, Tapi Ada Kesalahan

Sandiaga Uno mengaku gagal melakukan 'pencitraan' salat Jumat setelah upacara kemerdekaan di Universitas Bung Karno. Sandi mengatakan rencananya akan salat Jumat di masjid yang didatangi Soekarno usai membacakan Proklamasi.

Namun hal itu batal, lantaran ada kesalahan kordinasi tim dalam penentuan lokasi salat Jumat.


"Tadi terus terang ada kesalahan dan ini mudah-mudahan ditulis. Tadi maunya gaya pencitraan habis dari UBK mengarahnya ke Masjid Bung Karno dan lain-lain pada salat setelah proklamasi. Tapi salah info akhirnya pergi ke sini yang deket Cikini," kata Sandi di salah satu kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018).

Baca juga: (Viral Video Bocah NTT yang Panjat Tiang Bendera, Ternyata Ini Alasan Di Baliknya)

"Tadinya mau napak tilas, habis proklamasi jalan ke masjid sana, tapi salah. Kita harus jujur, kalau salah, salah," sambungnya.

Sandi kemudian membacakan teks yang sudah disiapkan di secarik kertas kecil. Kertas itu berisi kalimat maksud kedatangannya salat Jumat di Masjid Jami' Matraman seperti yang sudah direncanakan tapi batal.

"Saya bacain. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 jatuh di hari Jumat sama seperti hari ini. Sesudah membacakan proklamasi para proklamator berjalan kaki di masjid terdekat yakni masjid Jami' Matraman yg di depan sekber. Para bapak bangsa kita, para proklamator bersujud di masjid salat Jumat memohon ridha atas kemerdekaan dalam doa mereka memohon kekuatan. Masjid ini sangat bersejarah tahun 1860 didirikan Raden Saleh bersama ulama dan warga 150 tahun yang lalu," kata Sandi membacakan teks di kertas itu.

Sandi mengatakan rencana semula akan salat Jumat di Masjid Jami' Matraman. Tapi gagal karena kesalahan komunikasi. Dia akhirnya salat Jumat di Masjid Jami' Cikini Al Ma'mur.

Baca juga: (Ketum Alumni 212: Saya ada Feeling, HRS Dukung Jokowi karena Beliau sangat Menghormati KH Ma'ruf Amin)

"Settingnya begitu, tiba-tiba missed komunikasi ke sini. Jadi ya ini gagal pencitraan. Tapi alhamdulillah kita dapat waktu keliling kulineran kalau di situ agak susah kulineran," ucap Sandi seraya tertawa.

Sandi menceritakan hal tersebut usai makan siang di salah satu kafe di daerah Cikini. Sandi mengisi perut setelah salat Jumat di Masjid Jami' Cikini Al Ma'mur. Detik

Viral Video Bocah NTT yang Panjat Tiang Bendera, Ternyata Ini Alasan Di Baliknya

Video aksi heroik siswa SMP yang memanjat tiang bendera saat upacara peringatan HUT ke-73 RI jadi viral di media sosial. Bocah bernama Joni Kala itu memanjat tiang bendera karena tali lepas.

Dari video yang beredar, terlihat Joni memanjat tiang yang cukup tinggi. Dia memanjat dengan cekatan di saat peserta upacara masih berbaris rapi.


Kepala Desa Silawan Ferdi Mones mengatakan upacara itu digelar pada pagi tadi. Upacara itu digelar di tingkat Kabupaten Belu. Tali terputus saat pengibar bendera hendak mengerek bendera.

Baca juga: (Ketum Alumni 212: Saya ada Feeling, HRS Dukung Jokowi karena Beliau sangat Menghormati KH Ma'ruf Amin)

"Pertama, bendera itu akan dikibarkan Paskibra. Sudah diikat talinya semua, saat Paskibra akan menarik bendera untuk dikibarkan, tali yang ada di ujung bendera itu putus. Sehingga tali itu langsung tersangkut di ujung tiang," kata Ferdi saat berbincang dengan detikcom, Jumat (17/8/2018).

Baca juga: (Rumah Dhani Dijual Demi Prabowo, El Rumi: Itu Hoax, Soalnya Kalau Sudah Laku Tak Bisa Ditinggali Dong?)

Setelah itu, secara spontan, Joni, yang merupakan peserta upacara, maju dan langsung memanjat tiang bendera. Ia merupakan siswa SMPN Silawan, Kabupaten Belu. Daerah ini merupakan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.



Detik