Thursday, October 18, 2018

Warga DKI Bergaji Di Bawah Rp4 Juta, Anies Baswedan: Bisa Miliki Rusun dengan Nyicil 20 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyiapkan skema lain yang bisa merangkul mereka dengan gaji dibawah UMP.

Sebab syarat perbankan untuk bisa mengikuti program DP 0 Rupiah hanya bagi mereka bergaji Rp 4 juta hingga Rp 7 juta/bulan.


Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Isinya, warga berpenghasilan rendah bisa memiliki rusunawa dengan jangka waktu 20 tahun penyewaan.

"Bagi mereka yang dibawah UMP programnya adalah menyewa untuk memiliki rusunawa, mereka menyewa. Nanti setelah digunakan selama 20 tahun, maka rumah susun itu bisa menjadi miliknya. Statusnya sewa beli," terang Anies di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (17/10/2018).

Selain mereka menjaga, merawat dan menyicil dengan baik, insentifnya adalah mereka bisa memiliki hak atas hunian yang dia tempati setelah 20 tahun menyewa.

Hal ini adalah solusi alternatif bagi warga berpenghasilan rendah yang punya cita-cita memiliki hunian atas namanya sendiri.

Skema tersebut bukan seperti yang selama ini diterapkan, yaitu warga menyewa namun tanpa bisa memiliki.

"Coba kalau mereka hanya sewa saja seperti yang selama ini ada, tanpa bisa memiliki, maka untuk apa merawat dengan baik, untuk apa nyicil dengan baik, toh ujungnya bukan punya saya. Ini yang kita dorong," kata Anies.

 TribunNews

Jadi Sahabat Anak Presiden, Begini Cerita Andika Atmadinata jadi Tentang Sosok Kaesang Pangarep

Andika Atmadinata, pria asal Labolong, Pinrang namun menghabiskan masa kecil di Kampung Pisang, Kota Parepare menyita perhatian.

Pemuda yang saat ini kuliah di Bandung jurusan bisnis tersebut, menjadi perhatian lantaran pernikahannya di Parepare bersama Risda Ayu dihadiri langsung putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


Ternyata, Andika merupakan sahabat dari anak nomor satu di Indonesia tersebut.

Saat ini, Andika menjadi General Manager dari brand Sang Pisang usaha kuliner Kaesang Pangarep.

Andika mengaku saat ini sudah ada 54 cabang Sang Pisang yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

Ingin mengetahui awal perkenalan Andika dengan Kaesang hingga akhirnya diajak bergabung mengembangkan usaha brand Sang Pisang.


TribunNews

Ketemu Anies Baswedan saat Prabowo Subianto Ulang Tahun, Sandiaga Uno: I Miss You, Bro

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu malam, 17 Oktober 2018. Pertemuan itu terjadi ketika keduanya menyambangi kediaman calon presiden Prabowo Subianto yang tengah berulang tahun.

Kepada wartawan, Sandiaga berseloroh pertemuan keduanya itu adalah momentum untuk kangen-kangenan. Mantan Wakil Gubernur DKI pun menanyakan status Anies yang 'menjomblo' sebagai gubernur tanpa wakil.


"I miss you, Bro. Gimana, jomblo enak enggak?" kata Sandiaga disambut tertawa. Pertanyaan Sandiaga itu untuk mencandai Anies yang tak kunjung memiliki wakil setelah dirinya didapuk sebagai calon wakil presiden.

Saat keduanya bertemu Prabowo, Sandiaga mengaku dirinya sempat dilibatkan dalam diskusi soal calon Wakil Gubernur DKI pendamping Anies. Menurut Sandiaga, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan segera mengambil keputusan.

Dalam waktu dekat ini, pembahasan yang alot soal wakil gubernur akan segera diakhiri. Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan segera bersepakat mengajukan nama. "Mereka berharap prosesnya sesegera mungkin dalam waktu singkat," ujarnya. Menurut Sandiaga, Anies meminta prosesnya harus smooth dan lancar.

Sebelumnya, Partai Gerindra sempat mengajukan beberapa nama. Di antaranya M Taufik dan ponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Sedangakan PKS mengusung Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Tempo
Wednesday, October 17, 2018

Marah Besar dengan Sandiaga Uno, Susi Pudjiastuti: Jangan Asal Bicara, Nanti Kayak yang Operasi Plastik

Kekesalan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti atas tudingan dari calon wakil presiden Sandiaga Uno bahwa pihaknya mempersulit izin penangkapan ikan di Indramayu berlanjut. Setelah mempertanyakan basis data yang jadi dasar tudingan itu, Susi juga mengungkit-ungkit soal hoax yang disebar oleh Ratna Sarumpaet.

"Politikus jangan asal bicara. Nanti kayak yang operasi plastik, tidak cek dan ricek langsung di-bluff," kata Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu, 17 Oktober 2018.


Sebelumnya pada 10 Oktober 2018 lalu, Sandiaga mengunjungi Indramayu dan bertemu dengan nelayan di tempat pelelangan ikan Karangsong. Di sana, Sandiaga menemui nelayan yang mengeluhkan soal surat perizinan penangkapan ikan.

Para nelayan tersebut, mengeluhkan tidak dapat melaut diakibatkan oleh birokrasi yang rumit. "Prabowo-Sandi tidak akan melupakan jasa nelayan. Proses perizinan ini akan saya pangkas birokrasinya," ujar Sandiaga.

Menanggapi hal itu, Susi menilai Sandiaga harus belajar Undang-undang Perikanan sebelum mengeluarkan pernyataan di depan publik. "Dan Pak Sandi Uno harus tahu UU Perikanan," ucapnya.

Pasalnya, peraturan penangkapan ikan yang dibuat Susi, diberlakukan untuk kapal-kapal berukuran besar di atas 30 GT (Gross Tonnage), bukan kapal kecil milik nelayan. Untuk nelayan yang ukuran kapalanya di bawah 10 GT, Susi sudah membebaskan perizinannya sejak 7 November 2017.

Alasan dibuatnya peraturan tersebut, kata Susi, dikarenakan rasio pajak perikanan sangat rendah. Padahal hasil tangkap di lautan Indonesia besar. Sehingga Susi menggalakkan pencatatan hasil penangkapan ikan di laut. "Kalau mendorong tanpa kepatuhan, bagaimana negara membiayai defisitnya," kata Susi menanggapi tudingan Sandiaga tersebut.

Tempo

Beredar Diduga Tulisan Ahok Marahi James Riady: Senin-Jum'at Tipu Orang, Hari Minggu Dia Tipu Tuhan

Tim BTP angkat bicara soal postingan viral yang diatasnamakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang James Riady dan Billy Sindoro. Tim BTP menegaskan postingan tersebut hoax.

Dalam screenshot yang ditampilkan Tim BTP dalam Instagram Ahok, Rabu (17/10/2018), sosok yang diklaim sebagai Ahok menyebut Billy merupakan penipu manusia dan Tuhan. Tim BTP menegaskan, Ahok tidak pernah berbicara demikian.


"'Mereka hari Senin-Sabtu tipu manusia, hari Minggu tipu Tuhan,' (Ahok) #Meikarta," tulis gambar tersebut yang seolah-olah pernyataan Ahok kepada Billy.

Tim BTP melingkari pernyataan tersebut dan menegaskan Ahok tidak berbicara demikian. "Pak Ahok tidak pernah berbicara seperti ini #lawanhoax," ujar Tim BTP.

Di postingan selanjutnya, tertulis narasi bahwa Ahok marah terhadap James terkait salah satu proyek di DKI Jakarta. Dalam pertemuan dengan James, Ahok melemparkan umpatan pada James.

- Baca Berita Terbaru Hari Ini

"Ahok bilang: James itu hari Senen sampe Jumat tipu orang, hari Minggu dia tipu Tuhan," tulis narasi dalam screenshot tersebut.

Tim BTP mengakatan gambar yang beredar tersebut juga hoax. Sama seperti postingan sebelumnya, Tim BTP menyebut Ahok tidak pernah berbicara demikian.

"Gambar ini juga hoax, BTP tidak pernah berkata seperti ini," tegas Tim BTP.

Detik

PT Sariwangi Resmi Berstatus Pailit, Begini Penjelasan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan perjanjian perdamaian dari PT Bank ICBC Indonesia terhadap PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Itu artinya kedua perusahaan itu sudah berstatus pailit.

Kuasa hukum ICBC Swandy Halim dari Kantor Hukum Swandy Halim & Partners menjelaskan sebelumnya para pihak terkait sudah sepakat dalam perjanjian perdamaian terkait utang kedua entitas tersebut pada 9 Oktober 2015. Namun utang yang seharusnya dicicil tidak dilakukan.


"Pada intinya ada dua: PT Sariwangi tidak pernah membayar cicilan. Sementara satu lagi PT Indorub sudah telat 1 tahun lebih tidak bayar. Ini kan ada cicilan bunga yang mereka tidak bayar," tuturnya kepada detikFinance, Rabu (17/10/2018).

Pengabulan pembatalan perjanjian perdamaian itu sudah diputus oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat kemarin. Kedua perusahaan itu dianggap tak mampu memenuhi persyaratan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sayangnya Swandy mengaku tak memiliki data terkait besaran utang yang ditunggak kedua perusahaan.

Setelah putusan ini maka hakim akan menunjuk kurator untuk mengurus harta kepailitan. "Nanti asetnya dilelang untuk membayarkan utang," tuturnya.

Detik

Skak Sandiaga Uno, Susi Pudjiastuti: Tolong Pelajari Aturan Perikanan Dulu Sebelum Berkomentar

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti membantah pernyataan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang menyebut pengurusan surat izin penangkapan ikan cukup sulit dan membebani nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjelaskan nelayan yang memiliki kapal berukuran di bawah 10 Gross Ton (GT) tidak diwajibkan mengurus izin baik menangkap ikan maupun pelayaran.


Menurut Susi yang harus mengurus izin adalah mereka yang memiliki kapal dengan ukuran di atas 30 Gross Ton karena banyak sekali laporan pemilik kapal jenis ini yang tidak sesuai dan negara tidak menerima pajak dari kapal-kapal besar ini.


Susi minta Sandiaga mempelajari aturan perikanan sebelum berkomentar.

Kompas