Jokowi Diserang Amien Rais, Ali Ngabalin Beri Balasan Monohok

shares

Loading...
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali melemparkan kritikan ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan berbicara mengenai blunder. Pernyataan Amien dipertanyakan pihak Istana.

"Kalau ukurannya KTP yang tidak berlaku, kalau blunder menyangkut BPIP, blundernya ukuran gaji departemen keuangan, kenapa presiden yang blunder? Peraturan Presiden yang turun bulan Februari tentang BPIP," ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).


Ngabalin malah menjelaskan panjang lebar terkait kebijakan Jokowi yang meneken Perpres mengenai besaran hak keuangan pejabat BPIP. Ngabalin menilai, Jokowi tidak blunder.

"Nanti Perpres tentang hak keuangan dan fasilitas turun bulan Mei. Orang kerja setahun belum digaji negara. Di tempat anak-anak sekolah tidak boleh hormat bendera karena disebut thogut. Itulah kenapa memberikan perhatian luar biasa kepada BPIP. Di mana blundernya?" tuturnya.

Sebelumnya, eks Ketua MPR itu merinci kesalahan dan blunder yang menurutnya dilakukan pemerintah. Saat Rakornas PA 212, Amien menyebut Jokowi akan menjadi pemimpin yang dilengserkan Allah.

Di acara tersebut, Amien mengkritik Jokowi soal gaji para fungsionaris Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang angkanya ratusan juta rupiah.


Kemudian, Amien menjelaskan yang diucapkannya itu bukan ramalan, namun harapan.

"Angka dan fakta, tapi saya dengan penguatan kasar saja. Sambil lihat, sejarah dan lain-lain. Bahwa yang saya katakan di Cibubur itu. Seorang pemimpin yang akan jatuh itu, biasanya melangkahkan itu, salah, keliru, blunder, kemudian salah, keliru, akhirnya wassalamu'alaikum. Itulah yang sedang terjadi," ungkap Amien saat pidato dalam acara buka bersama KAHMI di Rumah Dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan, Jalan Widya Chandra IV, Kebayoran Baru.
(dkp/jbr)
loading...