Bikin Geger, Peserta Mancing Mania di Sungai Citarum malah dapat Mayat

shares

Loading...
Kegiatan Mancing Mania dalam rangka HUT Kodam III Siliwangi yang diikuti puluhan ribu orang geger. Salah seorang warga yang tengah memancing, kailnya tersangkut pada sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Citarum, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Minggu (3/6/2018).

Dari infomasi yang dihimpun detikcom, Minggu (3/6/2018) mayat itu ditemukan sekitar Pukul 07.30 WIB tidak jauh dari panggung acara.


Salah satu pemancing, Deden (34) mengatakan lokasi penemuan mayat itu tidak jauh dari panggung acara. "Mayat laki-laki, lokasi penemuannya diseberang sana, tersangkut kail pemancing. Langsung dibawa ke sini menggunakan perahu anggota TNI dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh polisi," kata Deden di lokasi memancing.

Lokasi penemuan mayat itu tepat berada di sektor III B atau Kelurahan Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. "Mayat ditemukan di sektor B III, terkait kail pancing warga yang sedang mancing," kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan di lokasi kejadian.

Indra mengungkapkan mayat itu diperkirakan berumur 30-40 tahun. Ciri-cirinya menggunakan baju putih dan celana training berwarna biru. "Tidak ada identitas (tanda pengenal) di tubuh korban," ungkapnya.

Mancing Mania di Sungai Citarum

Meski sempat ada insiden temuan mayat, kegiatan memancing yang diikuti puluhan ribu orang di aliran Sungai Citarum tetap dilaksanakan.

Pantauan detikcom, Minggu (3/6/2018) puluhan ribu orang itu menggelar tikar dan duduk berjajar ditepi Sungai Citarum. Untuk melindungi sengatan matahari, para mendirikan tenda dari terpal plastik dan payung yang dikaitkan ke sebilah bambu. Meski cuaca panas para pemancing tetap semangat mengayunkan jorannya dan melemparkan umpan ke aliran sungai.

Ada pemandangan menarik saat para pemancing melempar umpan, ada kail yang menyangkut sampah ada juga yang menyangkut ke sandal bekas. Meski demikian, banyak juga umpan yang dimakan ikan. Ikan yang didapat para pemancing bermacam-macam, bobotnya bisa mencapai 5 kilogram.

Salah satu warga Margahayu, Diwan (30) mengaku senang bisa mengikuti acara ini. "Senang bisa memancing di Citarum, sambil ngabuburit," katanya di lokasi memancing.

Para pemancing ini, merebutkan total hadiah total Rp 200 juta dan macam-macam doorprize seperti 1 tiket umroh, 45 sepeda gunung, 6 sepeda motor dan satu ekor sapi.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan mengatakan sekitar 72.439 orang turut serta dalam kegiatan ini. Selain itu, 20 ton ikan beragam jenis dari mulai ikan mas, ikan lele, nila, patin dan lainnya di masukan ke Sungai Citarum untuk dipancing para peserta.

"Mancing mania ini diselenggarakan di aliran Sungai Citarum sepanjang 7 km dari Kecamatan Margahayu sampai Kecamatan Katapang," katanya di Podium Gebyar Mancing Mania.

Harto mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini yaitu ingin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menjadikan sungai sebagai tempat berrekreasi, menghibur diri dan mencintai air sebagai sumber kehidupan.

"Kita tahu tiga bulan yang lalu bagaimana kondisi Sungai Citarum yang sangat luar biasa, sampah dimana-mana dan dicap sebagai sungai terjorok dan terkotor di dunia," ungkapnya.

Dengan kegiatan itu, ia ingin membuktikan kepada dunia, bahwa masyarakat Jabar mampu dengan waktu yang singkat bekerjasama dengan TNI untuk membersihkan Citarum.

"Dengan kemauan dan kerja keras bersama, hari ini kita tunjukan, Sungai Citarum bisa dipancing kembali, dengan kita hentikan para pembuangan limbah industri membuang limbah seenaknya. Langkah-langkah upaya hukum tetap berjalan oleh Polda Jabar, kita prajurit di lapangan mengurangi dampak dari pembuangan limbah dengan melakukan pengecoran," ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi semangat masyarakat yang turut serta dalam kegiatan Gebyar Mancing Mania yang bertepatan dengan HUT Kodam III Siliwangi.

"Insya Allah kalau ini baik akan menjadi even tahunan. Bukan hanya itu, saya yakin setelah kegiatan ini, ini akan menjadi daerah salah satu pelampiasan masyarakat yang ingin mancing dan bersantai," pungkasnya.
(ern/ern)
loading...