Anies Anggarkan Honor Rp150 Ribu Per-Rapat, Pemprov DKI akan Rekrut 5 Orang Pendamping Lurah

shares

Loading...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan merekrut lima pendamping untuk membantu di tiap kelurahan. Para pendamping ini dinilai efektif untuk membantu mempercepat pembangunan dengan penyerapan anggaran yang meningkat.

Pemprov DKI sebelumnya telah menerapkan 17 kelurahan sebagai percontohan kebijakan tersebut. Pendamping itu merupakan penunjukan lurah dari warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.


"Kita minta Pak Lurah kirimkan lima orang relawan. Kriteria penunjukannya ini orang yang mau, karena ini kan relawan," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pendanaan Pembangunan Agus Sanyoto di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).

Agus mengatakan para pendamping nantinya akan dilatih oleh Pemprov DKI. Pelatihan diberikan agar mereka bisa bekerja dalam memberikan masukan mengenai pembangunan di daerahnya.

"Setelah ada pendamping serapan lebih bagus, diinput lebih bersih. Jadi kegiatan yang ada nggak ada yang duplikasi," ucap Agus.

Agus menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pelanggaran. Tapi dia menjamin, ada relawan dapat meningkatkan serapan anggaran.

"Serapan lebih bagus, diinput lebih bersih. Jadi kegiatannya nggak ada duplikasi," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergun 81/2018 tentang Satuan Biaya Khusus untuk Rembuk Rukun Warga dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Pergub tersebut baru saja diterbitkan oleh Anies pada 15 Agustus 2018.

Dalam Pergub tersebut setiap pendamping mendapatkan honor Rp 150 ribu setiap rapat. Pendamping akan membantu kerja Pemprov DKI pada Rembuk RW, Musrenbang Kelurahan, Musrenvang Kecamatan, Musrenbang Kota hingga Musrenbang Provinsi.

Detik
Loading...