Bantuan Gempa Lombok dari Makanan Ternak hingga Pencitraan Jokowi, Kepala BNPB: Itu Hoax Semua

shares

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kecewa soal penyebaran bantuan untuk korban gempa Lombok yang diwarnai berita bohong (hoax). Sutopo menemukan sebaran hoax ini di jejaring media sosial.

Beberapa screenshot posting-an di Twitter maupun Facebook diunggah di akunnya. Sutopo menjelaskan satu per satu hoax yang disebarkan lewat medsos tersebut.


Sutopo meluruskan soal info bantuan untuk korban gempa yang diklaim sebagai bantuan BPBD NTT maupun BNPB. Dia menyayangkan ada pihak yang menyebut bantuan yang dikirimkan akan dipakai untuk kepentingan pribadi.

"Ini adalah hoax dan fitnah. Tidak ada bantuan dari masyarakat yang dikirimkan melalui PT Pos Indonesia untuk korban gempa Lombok tidak ada yang diklaim sebagai bantuan BPBD. Apalagi mau dijual untuk kepentingan sendiri. Atau digunakan sebagai bantuan Presiden. Bohong semua itu," ungkap Sutopo lewat akun Twitter-nya seperti dilihat detikcom, Sabtu (18/8/2018).

Kemudian ada juga posting-an video yang isinya pengungsi gempa Lombok diberi makan dari makanan ternak. Sutopo mengatakan video itu telah direkayasa dengan mengisi suara (dubbing).

"Tidak benar pengungsi gempa Lombok makan makanan ternak karena Pemerintah tidak memberi bantuan. Apalagi diberikan relawan Pak Jokowi. Babinsa TNI telah mengecek ke lokasi. Video ini dubbing dan direkayasa," ujar dia.

Sutopo juga meluruskan soal bantuan untuk korban dijadikan ajang pencitraan. Dia menyatakan semua bantuan disalurkan untuk kemanusiaan. Korban gempa Lombok membutuhkan banyak bantuan. Dia berharap derita korban tak ditambah dengan penyebaran hoax dan fitnah.

"Ini Hoax. Tidak benar bantuan hanya dijadikan ajang pencitraan. Semua bantuan disalurkan untuk kemanusiaan. Korban gempa Lombok memerlukan banyak bantuan. Mohon jangan menambah duka dan derita masyarakat Lombok dengan Hoax dan fitnah begini. Jangan sebarkan hoax. #LombokBangkit," tulis dia.

Ada screenshoot posting-an di Facebook yang berisi video dalam cuitan Sutopo. Soal video berisi pengakuan anggota TNI soal bantuan yang tidak merata itu sebelumnya sudah diluruskan Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah. Sabrar mengatakan video itu diambil 2-3 hari sebelum posting-an dibuat.

Dalam video berdurasi 58 detik itu, anggota TNI itu menjawab sejumlah pertanyaan dari perekam video. Namun sang prajurit sama sekali tidak mengatakan bantuan pemerintah untuk korban gempa Lombok adalah pencitraan. Pihak kepolisian pun tengah menelusuri pelaku penyebar hoax ini.

Sutopo juga menyatakan info soal bantuan untuk korban gempa Lombok yang ditahan. Dia mengatakan bantuan tersebut sedang disortir karena ditujukan ke alamat pribadi. Dia meminta penyebaran hoax soal bantuan korban gempa Lombok dihentikan.




"Harusnya saat ada bencana, semua bersatu. Singkirkan perbedaan ideologi, politik, agama, dan lainnya untuk membantu korban bencana. Bencana itu urusan kemanusiaan. Masyarakat Lombok memerlukan bantuan kita semua. Jangan menyebarkan hoax. Jangan ada perpecahan diantara kita," ungkapnya.

(jbr/fdn)
loading...