Beredar Dugaan Rincian Biaya dan Donatur #2019GantiPresiden di Surabaya, Totalnya Fantastis

shares

Loading...
Deklarasi aksi #2019GantiPresiden di Surabaya telah menyita perhatian publik setelah terjadi penolakan secara massal.

Beberapa waktu setelah kejadian tersebut, beredar sebuah informasi dugaan rincian biaya serta nama-nama donatur yang disebut menjadi penggerak aksi tersebut.


Dalam akun facebooknya, Lyana Lukito mengunggah sebuah tulisan yang menjelaskan secara detail mengenai rincian tersebut.

Menurut unggahan Lyana, sumber dari informasi tersebut berasal dari situs TribunSantri.

Berikut rincian biaya dan donatur Gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya :
Kebutuhan biaya:

1. Pembuatan Kaos 2019 Ganti Presiden Dg Estimasi 1500 x Rp. 40.000,- = Rp. 60.000.000,-

2. Pembuatan Banner 10 x Rp. 135.000,- = Rp. 1.350.000,-
3. Akomondasi & Transportasi RGP Pusat 6 Orang 6 x Rp.7.500.000,- = Rp. 45.000.000,-

4. Biaya Sewa Lokasi 1 Hari Rp. 7.500.000,-

5. Biaya Konsumsi Panitia dan Peserta 1500 x Rp. 25.000,- = Rp. 37.500.000,-

6. Biaya Sound System Rp. 10.000.000,-

7. Biaya Operasional Panitia Rp. 10.000.000,-

Total kebutuhan biaya Rp. 171.350.000,-.

Donasi yang masuk hingga saat ini yaitu :

20 Agustus 2018

1. Abu Jibril / Fuad Rp. 5.000.000,- 👈🏽👈🏽
2. Bambang Setiawan (Caleg PAN) Rp. 5.000.000,-
3. Hamba Allah Rp. 500.000,-

21 Agustus 2018

1. Neno Warisman Rp. 10.000.000,-
2. Minarto Tjandra (Relawan Gerindra) Rp. 3.000.000,-
3. Hamba Allah Rp. 100.000,-
4. dr. Priyanto Rp. 15.000.000,-

22 Agustus 2018

1. Mardani Ali Sera Rp. 15.000.000,-
2. Hamba Allah Rp. 1.000.000,-
3. Dr. Nigmah Sagran Rp. 20.000.000,-
4. Hamba Allah Rp. 5.000.000,-

23 Agustus 2018

1. Ahmad Dani Rp. 10.000.000 ,-
2. Bambang Haryo Rp. 5.000.000,-
3. Hamba Allah Rp. 300.000,-

24 Agustus 2018

1. DPD Gerindra Jatim Rp. 25.000.000,- + Kaos 2019 Prabowo Presiden (500 pcs)
2. Hamba Allah Rp. 50.000,-
3. Hamba Allah Rp. 1.000.000,-

Sampai dengan saat ini, masih belum ada keterangan resmi mengenai informasi yang beredar luas di masyarakat ini.



Facebook
Loading...