Cak Imin Wajibkan Warga Nahdlatul Ulama Pilih Calon dari NU

shares

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan akan ada gerilya kepada warga Nadlatul Ulama (NU) untuk memilih pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Muhaimin mengatakan gerilya itu untuk memastikan nahdliyin juga memilih Ma'ruf Amin yang merupakan representasi NU di Pilpres 2019.


"Tinggal gerilya ke bawah, bahwa orang NU wajib pilih NU," kata Muhaimin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Baca juga: (Prabowo: PKS Boleh Ambil Kursi Wagub DKI Asal Anies jadi Kader Gerindra)

Hal ini disampaikan Muhaimin merespons kemungkinan belum solidnya dukungan nahdliyin kepada pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Apalagi, belakangan ini pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno juga gencar mengadakan pertemuan dengan pimpinan dan tokoh NU.

Pada Kamis, 16 Agustus lalu, Prabowo dan Sandiaga menyambangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengatakan PBNU tengah menyiapkan kartu NU untuk Prabowo. Adapun Sandi telah menjadi anggota NU sejak dua tahun lalu.

Malamnya, Sandiaga menemui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Restoran Meradelima, Jakarta Selatan. Gus Ipul mengatakan, sebagai salah satu Ketua PBNU dia sedianya ikut menerima Prabowo dan Sandiaga di kantor PBNU. Namun, Gus Ipul terlambat tiba lantaran pesawatnya tertunda.

Politikus PKB itu mengungkapkan bakal manut kepada para kiai dan ulama Jawa Timur ihwal dukungan di Pilpres 2019. "Saya bisa seperti itu karena para ulama dan kiai. Soal dukungan, saya serahkan pada mereka. Sebagai santri saya ikut," kata Gus Ipul di depan Restoran Meradelima, Jakarta Selatan, Kamis malam, 20 Agustus 2018.

Baca juga: (Tanggapi Golfud, Mahfud MD: Jangan Sampai Orang Jahat jadi Pemimpin Indonesia)

Cak Imin menampik anggapan PBNU bermain dua kaki dengan penerimaan terhadap Prabowo dan Sandiaga. Dia mengatakan NU sebagai organisasi keagamaan kultural memang tak dapat mendukung secara politis.

Muhaimin pun melanjutkan, dia akan menyampaikan kepada para kiai dan ulama nahdliyin agar kompak memilih Jokowi - Ma'ruf Amin. "Ya sekali lagi saya sampaikan, Kiai Ma'ruf figur pemersatu NU. Itu yang saya sampaikan ke lingkungan supaya solid," ujarnya.

Tempo
loading...