Cicil Utang Rp400 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Ternyata Akibat 'Dosa' Pemerintahan Sebelumnya

shares

DetikSiang.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menepis sindiran Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyindir utang pemerintah sudah tidak wajar.

Dia menegaskan bahwa pengelolaan utang pemerintah semakin baik setiap tahunnya.

Namun dia mengakui, terkait pembayaran utang tahun depan merupakan tahun yang berat. Sebab utang pemerintah yang jatuh tempo di 2019 cukup besar.


"Banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi di 2019," tuturnya dalam acara konfrensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Baca juga: (Sambangi Said Aqil, Sandiaga Uno: NU Milik Semua)

Sri Mulyani mengungkapkan jumlah utang pemerintah yang akan jatuh tempo pada 2019 mencapai Rp 409 triliun. Meski begitu dia menegaskan bahwa pengelolaan utang pemerintah semakin baik terlihat dari dua indikator yang menunjukan kesehatan APBN, yakni defisit APBN dan tingkat keseimbangan primer

Dia memaparkan defisit APBN paling besar terjadi pada 2015 sebesar 2,59% terhadap PDB senilai Rp 298,5 triliun. Setelah itu defisit APBN semakin mengecil, hingga pada RAPBN 2019 pemerintah percaya diri defisit APBN berada di level 1,84% dengan nilai Rp 297,2 triliun.

"Defisit pada 2015 besar karena saat itu menghadapi situasi karena harga komoditas jatuh. Sehingga defisit agak lebih dalam," tambahnya.

Tingkat keseimbangan primer juga semakin membaik. Pada 2015 berada di level 1,23% terhadap PDB. Tahun depan pemerintah targetkan berada di posisi 0,13% terhadap PDB.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah juga akan menjagarasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) di bawah 30%.

Baca juga: (MUI Nyatakan Ajaran Kerajaan Ubur-ubur 'Sesat dan Menyesatkan', Termasuk Penistaan Agama)

Sekedar informasi utang pemerintah pusat pada Juli 2018 sebesar Rp 4.235,02 triliun. Angka itu meningkat namun rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat 29,74% yang dia sebut masih aman.

Rasio utang terhadap PDB itu memang sejak 2013 masih selalu di bawah 30%. Tahun lalu rasio utang terhadap PDB di 2017 sebesar 29,5%.

Menurutnya rasio utang terhadap PDB RI itu paling rendah dibanding banyak negara. "Rasio utang terhadap PDB kita termasuk terendah di dunia," ujarnya. (das/dna)
loading...