Kementerian PUPR Kembali Turun Tangan Atasi Bau Tak Sedap Kali Item

shares

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mengatasi masalah bau pada Kali Item alias Kali Sentiong yang terletak di dekat Wisma Atlet Kemayoran. Kali ini, PUPR melakukan penebaran mikroorganisme.

Adapun, mikroorganisme tersebut dibuat dari teknologi bioremediasi atau proses biologi untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Dengan begitu masalah bau di Kali Item dapat teratasi.


"Penggunaan mikroorganisme dalam Bioremediasi bertujuan untuk mengurai polutan dalam air yang akan bekerja perlahan mematikan bakteri-bakteri dalam air penyebab bau," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Bambang Hidayah dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Sabtu (11/8/2018).

Baca juga: (Penunjukkan KH Ma'ruf Amin oleh Jokowi Direncanakan Sejak 2017, Ini Kronologinya)

Mikroorganisme tersebut memiliki tiga bentuk, yakni, padat, serbuk dan cair dan penebarannya dilakukan secara bertahap karena mengikuti fungsinya.

Pada jarak 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran, dilakukan penerbaran mikroorganisme padat seberat 2,5 kg. Sebab bakteri ini mampu terurai hingga 3 bulan lamanya dengan waktu aktif setelah 8 jam.

Kemudian, pada jarak 1-1,5 km disebar mikroorganisme jenis serbuk dengan kelebihan bakteri lebih cepat beraksi 4 jam setelah penerapan dan masa tinggal hingga 1 bulan.

"Kita menebarkan dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter, 300 meter dari lokasi. Mikroorganisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong, namun masa tinggal bakteri lebih singkat," papar dia.

Baca juga: (Mahfud MD Janji Jelaskan Kronologi Pemilihan Cawapres oleh Jokowi yang Selama Ini Simpang Siur)

Sementara itu, Kepala Puslitbang Sumber Daya Air Eko Winar Irianto mengatakan penggunaan Bioremediasi merupakan salah satu pilihan teknologi ramah lingkungan yang bersih, alami, dan mudah diaplikasikan untuk perbaikan kualitas air. Ia berharap bakteri ini bisa dimanfaatkan di tempat lain.

"Mudah-mudahan nanti bisa menjadi bagian dari operasi dan pemeliharaan badan-badan air, termasuk sungai, embung, waduk dan danau lainnya," jelasnya. (hns/hns)
loading...