Ketika Jokowi Bersalaman dengan Zulkifli Hasan di Istana Merdeka

shares

Loading...
Presiden Joko Wiidodo bersalaman dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan usai Upacara Peringatan HUT ke-73 RI di Istana Merdeka. Salam Jokowi ini cukup membuat kesan sendiri usai Zulkifli memberikan kritik tajam kemarin terhadap pemerintah.

Usai Upacara Bendera selesai di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (17/8/2018), Jokowi dan sang istri, Iriana, tampak menghampiri para tamu undangan yang berada satu podium dengannya. Wapres Jusuf Kalla ikut mendampingi.


Jokowi menghampiri presiden dan wapres terdahulu yang berada di sisi kanan. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri, BJ Habibie, Tri Soetrisno, dan Boediono.

Baca juga: (Prabowo Dapat Kartu NU, Cak Imin: Itu Hanya Simbolik, Kita Dorong Pilihan ke Kiai Ma'ruf)

Kemudian Jokowi menghampiri para kepala lembaga. Awalnya dia memberi salam ke Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang saat peringatan detik-detik proklamasi didapuk sebagai pembaca teks proklamasi.

Jokowi lalu bersalaman dengan Zulkifli dan langsung menuju Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) yang ada di sampingnya. Saat bersalaman dengan OSO, Jokowi mengajaknya ngobrol. Zulkifli tampak masih berdiri di sampingnya untuk mengikuti jalannya pembicaraan.

Tampaknya Jokowi berbincang soal baju adat yang dipakai OSO. Jokowi bahkan sempat memegang aksesoris yang tersemat di baju adat Ketum Hanura itu.

Setelahnya, Jokowi kembali menyapa sejumlah tamu undangan lainnya. Seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, dan sejumlah menteri lainnya.

Di podium tersebut juga tampak keluarga para mantan presiden dan wapres terdahulu. Salah satunya adalah putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Seperti diketahui, Zulkifli Hasan melempar kritik kepada pemerintahan Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Kamis (16/9). Dia mengkritik sejumlah hal, termasuk soal utang negara. Pidato itu disampaikan di hadapan Jokowi langsung.

Baca juga: (Anies Baswedan Bahagia Kini Upacara Kemerdekaan di Lapangan Banteng, Dulu di Tempat Parkir)

"Yang perlu dicermati adalah jumlah beban utang pemerintah yang mencapai tidak-kurang dari Rp 400 triliun pada 2018. Jumlah ini setara dengan tujuh kali dana yang diberikan ke desa-desa atau enam kali dari anggaran kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Ini sudah di luar kewajaran dan kemampuan negara untuk membayar," ungkap Zulkifli.

Kritik Ketum PAN itu menuai pro dan kontra. Ada yang menilai pidato tersebut bermuatan politis, mengingat saat ini PAN berkoalisi dengan rival Jokowi di Pilpres 2019 yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Jadi Pak Zulkifli seharusnya sadar bahwa dia pidato sebagai Ketua MPR, bukan Ketum PAN, yang sudah mendukung kubu lain, sehingga dia terlihat sangat bersemangat mengkritik Jokowi. Ini malah dijadikan forum partisan. Jelas Ketua MPR kali ini bukan seorang negarawan," ujar anggota Fraksi PDIP Charles Honoris.

Detik
Loading...