Mengherankan Sandi Mundur Demi Nyawapres, Padahal Cuti Saja Cukup, Taufik: Biar Fokus

shares

Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, Sandiaga Uno tidak harus mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bila memutuskan maju di Pilpres 2019. Saat ini, nama Sandiaga santer disebut-sebut sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto.

"Kalau Sandiaga maju, tidak harus mundur dari posisi Wakil Gubernur DKI. Itu sesuai atau ada peraturannya," katanya saat dihubungi, Kamis (9/8/2018).


Perihal kepala daerah maju Pemilu itu diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang diturunkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2018 tentang pengunduran diri dalam Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden, dan Wakil Presiden, Permintaan Izin dalam Pilpres serta cuti kampanye.

Baca juga: (Begini Bunyi Surat Pengunduran Diri Sandiaga Uno ke Anies Baswedan)

Dalam penelusuran Okezone, pada Bab III Pasal 29 PP No 32 Tahun 2018 itu, dituliskan ketentuan izin bagi kepala daerah untuk maju dalam Pilpres. Dalam PP itu, disebutkan kepala daerah yang dicalonkan sebagai capres atau cawapres harus meminta izin kepada Presiden. Presiden akan memberikan izin dalam waktu paling lama 15 hari setelah menerima surat permintaan izin untuk maju tersebut.

Berikut isi Bab III Pasal 29 pada PP Nomor 32 Tahun 2018:

(1) Gubemur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota yang akan dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebagai capres atau cawapres harus meminta izin kepada Presiden.

(2) Presiden memberikan izin atas permintaan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota dalam waktu paling lama 15 hari setelah menerima surat permintaan izin.

(3) Dalam hal Presiden belum memberikan izin dalam waktu (15 hari), izin dianggap sudah diberikan.

(4) Surat permintaan izin gubemur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, atau wakil wali kota disampaikan kepada KPU oleh partai politik atau gabungan partai politik sebagai dokumen persyaratan calon Presiden atau calon Wakil Presiden. OZ

Baca juga: (Cantiknya Wajah Istri Kedua KH Ma'ruf Amin, 4 Tahun Menikah, Beda 31 Tahun)

Taufik Tegaskan Sandiaga Uno Mundur Bukan Cuti

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mendatangi rumah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Kedatangannya untuk mengambil surat pernyataan berhenti Sandi dari jabatan Wagub DKI.

"Saya mau ketemu Pak Sandi, mau ambil surat pernyataan berhenti untuk saya sampaikan ke DPRD dan Depdagri (Kemendagri,red), surat pernyataan Pak Sandi berhenti sebagai Wagub. Saya harus antarkan ke DPRD dan presiden melalui Depdagri," kata Taufik di kediaman Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Dia mengatakan tak ada masalah secara administrasi. Taufik menyatakan Sandiaga memilih mundur dari jabatan Wagub agar fokus sebagai cawapres.

Editor Picks:
So Sweet, Titiek Soeharto Dampingi Prabowo Daftar Nyapres ke KPU
Pengamat Beberkan Alasan Prof Mahfud MD Batal jadi Cawapres, Ada Ancaman di 2024

"Supaya lebih fokus," ucapnya.

Sebelumnya, Sandiaga dideklarasikan sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto. Dalam deklarasi itu, Prabowo menyatakan Sandiaga bersedia mundur sebagai wagub DKI dan mundur dari Gerindra.

"Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada, beliau juga berkorban. Beliau bersedia mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (9/8) kemarin.  Detik
loading...