Pernah Masuk Panama Papers dan Paradise Paper, Ini Sejarah Singkat Sandiaga Uno

shares

Loading...
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akhirnya mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.

Nama Sandi memang sudah santer diberitakan beberapa waktu sebelumnya akan menjadi cawapres Prabowo.


Sandiaga Uno sebelumnya adalah pengusaha di sejumlah perusahaan. Ia memiliki gurita bisnis melalui perusahaan investasi yang dijalankan bersama sejumlah mitra bisnisnya.

Banyak masalah dalam dunia bisnis yang dijalankan Sandi. Mulai dari bangkrutnya perusahaan sampai pembayaran pesangon yang belum selesai.

Baca juga: (Temui SBY Hanya dalam Hitungan Menit, Prabowo Bungkam Di Depan Awak Media)

Sebagai pengusaha, apa saja dan berapa jumlah harta yang dimiliki Sandiaga? Berikut ulasannya:

Nama Sandiaga Uno sendiri tidak asing di kalangan pebisnis atau pengusaha.

Sandiaga bahkan pernah menjadi orang terkaya nomor 37 di Indonesia versi majalah Forbes. Bahkan setahun sebelumnya, Sandiaga menempati urutan ke-27 untuk kategori yang sama dengan nilai kekayaan mencapai US$ 795 juta.

Sandiaga Uno merupakan rekan kerja dari Edwin Soeryadjaya yang merupakan orang terkaya nomor 16 di Indonesia. Mereka membangun Adaro Energy bersama.

Seperti dikutip detikFinance dari Forbes, Kamis (9/8/2018), Sandiaga merupakan pengusaha yang memiliki prinsip 4 K. Sandiaga menyampaikan, sebagai pengusaha tak harus memburu profit sebanyak-banyaknya.

Menurut dia pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang memberikan sesuatu atau nilai lebih pada masyarakat luas, benefit akan mengikuti dengan sendirinya.

Berdasarkan 'Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara' yang diterbitkan KPK lewat situs resmi KPU periode 2016, pendiri PT Saratoga Investama ini punya total nilai kekayaan Rp 3.856.763.292.656 plus US$ 10.347.381.

Sandi melaporkan harta kekayaannya pada 29 September 2016. Harta tidak bergerak Sandi senilai Rp 113.516.301.444,00, terdiri atas tanah dan bangunan di lima lokasi di Jakarta Selatan, tiga bangunan di Jakarta Selatan, dua tanah di Kota Tangerang, ditambah bangunan yang dimiliki Sandiaga di luar negeri, yakni di Singapura dan Amerika Serikat.

Baca juga: (Gantikan Prof Mahfud MD, Begini Asal Muasal Kronologi Pencawapresan KH Ma'ruf Amin)

Sandi menduduki posisi ke 85 orang terkaya di Indonesia versi Laporan Globe Asia 2018. Seperti dikutip detikFinance dalam laporan tersebut, Kamis (9/8/2018), jumlah kekayaan Sandiaga Uno tercatat US$ 300 juta, atau turun dibandingkan periode tahun sebelumnya US$ 500 juta.

Sandiaga merupakan co Founder PT Recapital Advisors. Ia mendirikan Recapital bersama Rosan Roeslani yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Lulusan Summa Cum Laude dengan gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada tahun 1990 dan memperoleh Master of Business Administration dari George Washington University di 1992.

Kemudian Sandiaga juga menjalankan Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan ekuitas swasta yang ia dirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Investama Sedaya memfokuskan investasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara. Dia juga mendirikan sebuah perusahaan investasi, PT Recapital Advisors pada tahun 1997 bersama dengan Rosan Roeslani.

Berdasarkan 'Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara' yang diterbitkan KPK, diunduh dari situs resmi KPU periode 2016, pendiri PT Saratoga Investama ini punya total nilai kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun plus US$ 10.347.381.

Sandi melaporkan harta kekayaannya pada 29 September 2016. Harta tidak bergerak Sandi mencapai Rp 113 miliar, terdiri atas tanah dan bangunan di lima lokasi di Jakarta Selatan, tiga bangunan di Jakarta Selatan, dua tanah di Kota Tangerang, ditambah bangunan yang dimiliki Sandiaga di luar negeri, yakni di Singapura dan Amerika Serikat.

"Bangunan seluas 160 m2 , di Kota Singapura, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan dari tahun 2001 sampai dengan 2015 NJOP Rp.7.504.731.000. Bangunan seluas 119 m2 , di Washington, D.C., yang berasal dari hasil sendiri, perolehan dari tahun 2014 sampai dengan 2015 NJOP Rp.7.487.834.160," demikian keterangan yang ditulis dalam rincian.

Sandi punya dua mobil, yakni Nissan Grand Livina tahun pembuatan 2013 seharga Rp 125 juta dan Nissan X-Trail tahun pembuatan 2015 seharga Rp 250 juta. Sandiaga juga punya logam mulia, barang-barang seni dan antik, serta benda bergerak lainnya dengan total nilai Rp 3,2 miliar.

Dia punya surat-surat berharga yang terdiri atas puluhan investasi dengan total senilai Rp 3,7 triliun alias US$ 1.287.801. Ada 29 investasi yang tercatat di sini, dari tahun 1997 sampai 2015.

Giro dan setara kas yang dia miliki sebesar Rp 12,8 miliar. Piutang dalam bentuk pinjaman uang yang dia miliki sebesar Rp 13,8 miliar. Utang Sandiaga dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 8,4 miliar.

Sandiaga merupakan orang lama di dunia usaha dan sempat masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Baca juga: (Cerita Dramatis Nusron Wahid: Pak Mahfud Stand By Jam 3 Sore, Tidak Jadi Cawapres, Langsung Pulang)

Berdasarkan catatan detikFinance, Kamis (9/8/2018), sebelum menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno merupakan seorang pengusaha muda yang sukses menjalankan beberapa perusahaan.

Putra dari Mien Uno ini merupakan pendiri Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan investasi pada 1998 bersama Edwin Soeryadjaya. Saratoga fokus berinvestasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

Melalui Saratoga, gurita bisnis Sandiaga Uno memang sangat luas. Pasalnya Saratoga merupakan perusahaan investasi yang fokus mendanai sejumlah sektor mulai dari konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam (SDA).

Sandi juga sempat berinvestasi di bisnis maskapai penerbangan yaitu lewat Tigerair Mandala. Sandi sempat menghidupkan kembali PT Mandala Airlines yang berhenti terbang sejak Januari 2011, namun tak bertahan lama setelah akhirnya berhenti terbang pada 2014.

Melalui Saratoga Capital, Sandi memiliki saham di Tigerair Mandala sebesar 51%. Operasi Tigerair Mandala berhenti sejak 1 Juli 2014.

Di bidang konsumer, Saratoga berinvestasi di Awal Bros Hospital Group yang dimulai pad 2016, kemudian Deltomed di bidang obat-obatan herbal yang dimulai pada 2017, lalu Gilang Agung Persada (GAP) yang dimulai pada 2014. MGM Bosco yang bergerak di bidang cold chain logistic pada 2016, lalu Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang dimulai pada 2010.

Kemudian di sektor infrastruktur, Saratoga juga memiliki saham di Nusaraya Cipta sebuah perusahaan pengelola jalan tol yang dimulai pada 2006, kemudian Palton Energy sebuah perusahaan energi yang mulai pada 2015. Kemudian Tenaga Listrik Gorontalo tahun 2012, Tower Bersama Group 2004 dan Tri Wahana Universal pada 2011.

Selanjutnya juga ada investasi di bidang sumber daya alam (SDA) seperti Adaro Energy yang mulai 2002 lalu, Agra Energi Indonesia yang bergerak di bidang oil and gas pada 2015, Amara Plantation yang bergerak di bidang perkebunan sawit pada 2010. Kemudian finder resources limited sebuah perusahaan pertambangan emas yang dimulai pada 2013, lalu Interra Resources oil and gas pada 2012.

Lebih jauh juga ada pertambangan emas Merdeka Copper Gold yang mulai pada 2014, Provindent Agro yang bergerak di bidang perkebunan sawit pada 2012, Sihayo Gold pada 2012 dan Sumatera Copper Gold pada 2012.

Namun pada Januari 2017 Sandi memilih untuk mundur dari Saratoga, ia menjual kepemilikan saham di perusahaan tersebut dan mitra kerjanya Edwin Soeryadjaja membeli saham yang dijual Sandi.

Selain Saratoga, bersama Rosan Perkasa Roeslani yang saat ini menjabat ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sandi juga mendirikan perusahaan investasi yakni PT Recapital Advisors.

Recapital bergerak di sektor financial, non financial seperti air, properti dan gaya hidup hingga media dan telekomunikasi.

Dalam bidang financial berdasarkan website resmi recapital.co.id ada Recapital Securities, Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance, Recapital General Insurance, Bank Pundi saat ini sudah menjadi Bank Banten.

Kemudian untuk non financial dalam infrastruktur ada Acuatico yang membawahi Aetra air Tangerang, Aetra Air Indonesia, Aetra Air Jakarta dan Acuatico Hanoi.

Baca juga: (Jokowi Deklarasi KH Ma'ruf Amin jadi Cawapres, Prabowo Datang lagi Malam-malam ke Rumah SBY)

Selanjutnya properti dan gaya hidup, Recapital memiliki hotel Grand Kemang dan Mesastila Magelang.

Dari bidang media dan telekomunikasi ada Bloomberg Business Week Magazine, Bloomberg TV dan Harian Indonesia Finance Today (IFT) yang sebenarnya sudah bangkrut dan dinyatakan tutup pada 2016 lalu. Namun hingga saat ini masalah pesangon untuk pegawai belum terselesaikan.

Lalu Recapital juga memiliki Mahaka Media yang membawahi Republika Online dan sejumlah perusahaan periklanan.

Versi Forbes, Sandi menduduki posisi ke 37 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan di Globe Asia Sandi menduduki posisi ke 85 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 300 juta, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 500 juta.

Berdasarkan catatan detikFinance, Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995 - 1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Sandi pulang ke Indonesia dan ia mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya Rosan P Roeslani yang saat ini menjabat sebaga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer dan produk kehutanan.

Dalam berbisnis, Pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru 28 Juni 1969 ini memang sudah menyiapkan diri sejak bangku sekolah. Ia adalah peraih gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada tahun 1990 dengan predikat lulus Summa Cum Laude. Kemudian ia juga memperoleh gelar Master of Business Administration dari George Washington University pada 1992.

Sandi juga pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari, 2011. Kemudian ia pernah menjadi ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kadin Indonesia.

Pada 2016, Sandi pernah masuk dalam daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia. Nama Sandi saat itu tercantum sebagai klien Fonseca yang berasal dari Indonesia.

Kemudian pada 2017 nama Sandi juga pernah masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Data-data tersebut terungkap dari data yang dimiliki oleh firma hukum offshore Appleby.

Sandi juga mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.

Detik
Loading...