Tahu Jokowi punya Program Besar, Ini Wejangan Penting BJ Habibie Di Tengah Sakitnya untuk Presiden

shares

Loading...
MANTAN Presiden RI, BJ Habibie, sudah 3 hari ini menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengunjungi BJ Habibie yang terbaring lemah di ranjangnya, tetapi tetap meladeni obrolan saat Presiden Jokowi menjenguk.


Dalam obrolan itu Presiden Jokowi pun mengakui ada sejumlah wejangan dan saran yang diberikan BJ Habibie lewat tukar pikiran.

Salah satu wejangan BJ Habibie adalah mengenai pentinganya pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Baca juga: (Harga Rp60 Miliar, Ahmad Dhani Ralat Jual Rumah Demi Prabowo, Ini Alasan Sebenarnya)

Presiden Jokowi pun membagikan kisahnya diberi wejangan oleh BJ Habibie di akun instagramnya @jokowi.

Inilah isi lengkap postingan Presiden Jokowi :

Sudah tiga hari ini Bapak BJ Habibie dirawat di rumah sakit. Rupanya, beliau kelelahan menghadiri acara-acara yang padat di berbagai daerah.

Pagi tadi, saya datang membesuk beliau di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Syukur Alhamdulillah, Pak Habibie sudah berangsur pulih. Sekitar 40 menit di ruang perawatan tadi kami bahkan bisa mengobrol banyak hal, bertukar pikiran mengenai pembangunan sumber daya manusia kita.

Dalam sakitnya pun, Pak Habibie masih memikirkan kemajuan Indonesia. Semoga beliau segera pulih dan kembali berkegiatan seperti sediakala.

Program Besar Jokowi

Wejangan BJ Habibie itu memang akan dilakukan Presiden Jokowi apabila Ia melanjutkan periode ke-2 nya sebagai Presiden RI.

Sebab pembangunan sumber daya manusia memang akan menjadi program besar Presiden Jokowi di periode ke-2, apabila terpilih kembali.

Hal itu sudah disampaikan dan dipertegas Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas pembangunan sumber daya manusia di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/3/2018) siang.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan sumber daya manusia merupakan langkah besar kedua pemerintahannya setelah langkah besar pertama, yakni pembangunan infrastruktur.

"Setelah pekerjaan besar, yaitu infrastruktur telah kita jalankan selama kurang lebih 3,5 tahun, kita akan bergeser pada pekerjaan besar yang kedua, yaitu investasi di bidang SDM, investasi di bidang sumber daya manusia," ujar Jokowi.

"Karena peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan sekali dalam kita berkompetisi, bersaing dengan negara-negara lain," lanjut dia.

Pembangunan sumber daya manusia yang akan mulai dikerjakan, lanjut Jokowi, menitikberatkan pada tiga hal.

Pertama, pembangunan karakter positif. Jokowi ingin ada program komprehensif terkait karakter positif yang menyentuh pendidikan anak, bahkan sejak anak usia dini.

Kedua, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, mulai pendidikan dasar, menengah dan tinggi. "Juga harus diperkuat dengan pendidikan karakter dan budi pekerti yang baik," ujar Jokowi.

Baca ini juga: (Singgung Kekalahan Ahok, Fahri Hamzah: Mereka Bantu Kalahkan Jokowi, Sekalian Masuk Bui)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, lanjut Jokowi, akan menjadi garda depan upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan ini.

"Terutama yang berkaitan dengan pendidikan di pondok pesantren, juga berkaitan dengan tenaga-tenaga kerja kita yang juga perlu kita upgrade dan pendidikan-pendidikan vokasional yang ada di SMK-SMK yang memerlukan sarana prasarana dan perubahan-perubahan mendasar bagi cara-cara pendidikan di lapangannya," ujar dia.



Ketiga, mendorong link and match antara industri dengan pelajar pendidikan vokasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mencetak sumber daya yang siap berkompetisi di industri.

TribunNews
Loading...