Tanggapi Pernyataan Mahfud MD, Mardani Ali Sera: Pemimpin Jahat itu yang Jual Aset

shares

Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud Md mengajak masyarakat menggunakan hak pilih di Pilpres 2019 agar orang jahat tak jadi pemimpin. Bagi PKS, pemimpin jahat memang tak pantas dipilih.

"Itu satu pernyataan moral yang bagus, pemimpin jahat memang jangan dipilih," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi detikcom, Selasa (21/8/2018).


Menurut Mardani, definisi pemimpin jahat bukan hanya secara personal melainkan juga secara struktural dan sistematik. Kemudian Mardani menyebut pemimpin jahat adalah pemimpin yang menjual aset negara dan melakukan pembiaran.

Baca juga ini:
Capai Rp4.250 Triliun, Ini Riwayat Utang RI di Era Kepemimpinan Jokowi
Sandiaga Uno Ingin Ajak Ma'ruf Amin Lomba Renang Rayakan Kesuksesan Asian Games
Viral Cuitan Mustofa Masuk Tol 18 Menit dengan Tarif Rp47ribu, Netizen Heran Berapa Kecepatannya

"Pemimpin jahat kita menganggapnya personal, padahal jahat struktural sistemik misal menjual aset melakukan pembiaran itu juga jahat," ucap Mardani.

Meski demikian, Mardani enggan berspekulasi soal pemimpin jahat yang dimaksud Mahfud Md itu. "Yang lebih tahu itu Pak Mahfud jangan ditafsirin kalau kayak gini," imbuhnya.

Pernyataan Mahfud soal calon pemimpin jahat diutarakan dalam pembekalan bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mahfud meminta tak ada yang tak menggunakan suara di pilpres agar orang jahat tak terpilih.

Baca juga: (Sebut Sandiaga Ulama, Amien Rais: Dia Mewakili 3 M yaitu 'Muslim, Muda, Modern')

"Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara," kata Mahfud saat pembekalan 750 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) PSI di Balai Sarbini, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Detik
loading...