'Terima Kasih sudah Tanggapi Kesiengan Saya, Pak Presiden'

shares

Loading...
Pengunggah foto pemuda berpenampilan ala anak punk yang dikaitkan pada sosok Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan pernyataan. Dia mengaku melakukan keisengan.

Akun instagram Agan Harahap yang mengunggah sebuah foto pemuda berpenampilan ala anak punk memposting ulang foto dan pernyataan akun instagram Presiden Joko Widodo.


Akun tersebut berterima kasih, Presiden Joko Widodo merespon keisengan yang ia lakukan.

"Terimakasih sudah menanggapi keisengan saya, pak presiden!," tulis akun Agan Harahap.

Baca juga: (Pemulangan Neno Warisman, Gerindra Ledek BIN: 'Itu Namanya Intel Melayu')

Sabtu (26/8/2018) lalu, Presiden Joko Widodo memposting sebuah foto saat ia bersama tiga temannya sedang memasak mie rebus.

Foto itu jadi ajang klarifikasinya soal viralnya sebuah foto dan cerita tentang gambar anak bergaya rambut anak punk yang beredar di media sosial.

Anak muda itu disebut Jokowi muda. Namun melalui postingan kemarin, Presiden Joko Widodo membantah itu foto dirinya.

"Sebuah foto buram bergambar anak muda dengan rambut ala punk beredar di media sosial. Entah siapa yang mulai, ada yang menyebut itu Jokowi muda.

Saya pastikan itu bukan foto saya. Saya tidak seganteng itu di masa muda. Hehehe.

Yang sebenarnya, pada usia seperti itu, saya lebih senang ke gunung, bertualang di alam, bersama kawan-kawan. Kami berjalan ke hutan, tidur di tenda, berbekal ala kadarnya seperti mi instan," tulis Presiden Jokowi.

Ramai di media sosial adalah postingan akun instagram aganharahap.

Akun tersebut memposting foto seorang pemuda, mengenakan kaus bertuliskan Sex pistols dan jacket hitam.

Akun tersebut menulis pengalamannya ketika bertemu senior mantan dedengkot Punk di Indonesia.

Berikut tulisannya:

"Belum lama ini saya berkesempatan untuk berjumpa ke kediaman seorang senior mantan dedengkot punk tanah air yang kini dikenal sebagai salah satu kolektor keris.

Ditemui di kediamannya dibilangan Jatinegara, beliau yang meminta agar identitasnya dirahasiakan, bercerita tentang awal pergerakan punk di Indonesia. .

Beliau juga menyayangkan tentang stigma negatif yang kerap disematkan pada anak-anak punk.

Menurutnya orang hanya melihat tampilan luarnya saja. Ia lalu bercerita tentang pandangan punk yang mencakup kebebasan individu, anti-otoritarianisme, etika DIY, dsb.

“Tapi kesemuanya itu tentu kembali pada pribadi lepas pribadi, dik. Tidak sedikit anak-anak punk yang dulu di cap urakan itu sekarang sukses jadi orang”, tambahnya seraya mengeluarkan sebuah album foto lama.

Baca ini juga:
Sandiaga Uno: Pendukung #2019GantiPresiden Lebih Suka Anies Daripada Saya
Sempat Ancam 'Habisi' Pendemo, Ahmad Dhani Diduga Ngumpet dalam WC Hotel saat Dikepung
Kritik Seruan Jihad Poster HRS, Mahfud MD: Itu Kalimatnya Provokatif, Harus Berhenti

Dengan hati-hati beliau membuka tiap lembaran di album itu. Ia menunjuk beberapa foto kawan-kawannya, sesama pionir punk Indonesia, yang kini sukses menjadi pengusaha, pejabat pemerintah, bahkan tokoh agama. .

Beliau yang sejak tadi aktif bercerita, tiba-tiba terdiam. Matanya memandang lurus pada sebuah foto di album itu.

“Kalo sahabat saya yang satu ini sekarang sudah jadi anak metal, dik”. Ujarnya sambil tersenyum penuh arti setelah saya menanyakan siapa orang yang ada di foto itu.

Obrolan kami meluas ke ranah agama, politik sampai kepada pemeran pengganti presiden dalam gelaran Asian Games yang baru lalu itu.

"Ah, kalo dia masih muda kayak dulu, mungkin ga perlu pake stuntman.." Gumamnya perlahan sambil menerawang.

"Loh, bapak kenal sama presiden?" Tukas saya cepat. Lagi-lagi beliau hanya tersenyum penuh arti.

Hari menjelang sore dan saya pun mohon pamit karena saya harus mengejar kereta yang akan membawa saya pulang ke Jogja. .

Kereta bergerak perlahan meninggalkan Jakarta.

Dari balik jendela, lampu-lampu di sepanjang jalan tampak bagai fragmen-fragmen terpisah yang berkelindan dengan cepat.

Lagu 'Rise Above' dari Black Flag mengiringi saya menuliskan kisah ini kepada anda." (*)


 Kaltim
Loading...