Ahmad Dhani Dilaporkan Lagi ke Polisi, Kali ini Kasus Penipuan, Nominalnya Fantastis

shares

Loading...
Ahmad Dhani Prasetyo dilaporkan atas kasus penipuan dan penggelapan. Dhani dilaporkan pengacara dari Moh. Zaini Ilyas ke Polda Jatim, sore ini.

Laporan tertanggal 26 September 2018 ini tercantum dalam surat register No.TBL/1232/IX/2018/UMJATIM. Laporan ini ditandatangani Kasubag Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim Kompol Sarwo Waskito.

Kasus ini berawal dari Ahmad Dhani yang bekerjasama dengan Moh. Zaini Ilyas untuk membangun vila di Batu, Malang pada Mei 2016.


Zaini pun mengiyakan untuk menjadi investor dalam pembangunan vila tersebut. Akhirnya dia menyetor uang sebanyak Rp 400 juta. Zaini dijanjikan mendapat pengembalian modal dan tambahan 5% setiap bulannya.

Namun hingga tahun 2017, Ahmad Dhani hanya membayar Rp 200 juta. Ketika ditagih sisanya, hingga kini Ahmad Dhani belum juga membayar.

"Kami menyimpulkan ADP sudah tidak memiliki itikad baik kepada klien kami. Kita selama ini menunggu-nunggu, begitu kita somasi pertama dan kedua, dia mengakui masih akan membayar, tapi hingga kini tidak ada," ungkap kuasa hukum korban Moh. Zaini Ilyas, Arif Fathoni saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Rabu (26/9/2018).

Sebelumnya, Toni mengaku sudah mengirim somasi sebanyak dua kali. Dalam somasi tersebut akhirnya terbentuk kesepakatan Ahmad Dhani akan menyicil pembayaran selama Rp 10 juta setiap bulannya. Namun, hal tersebut tak terjadi.

"Dia menyatakan mengangsur selama 10 juta perbulan, dari uang 200 juta," lanjut Toni.

Hingga kini, Ahmad Dhani masih belum membayar angsuran Rp 10 juta setiap bulannya. Selain itu, sempat terdengar pula Ahmad Dhani akan menjual rumahnya untuk dana kampanye.

Melihat hal ini, Toni akhirnya memutuskan untuk melaporkan karena menilai, Ahmad Dhani masih memiliki aset miliaran, namun tak memiliki itikad baik untuk membayar.

"Begitu kita mengetahui dia ramai jual rumah untuk membiayai kampanye, kita berpikir dia memiliki aset miliaran rupiah. Tapi membayar Rp 200 juta saja, mencicil Rp 10 juta setiap bulannya saja tidak mampu," pungkasnya.

Pada awalnya Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa dirinya serius untuk membangun vila tersebut dengan perbincangan yang terjadi di rumah dinas Wali Kota Batu, yang terdiri dari Jaini Ilyas, ADP, dan Wali Kota nonaktif, Eddy Rumpoko.

"Itu sebenarnya bukan sama beliaunya. Saya itu negonya sama bapak Wali Kota Batu itu, Eddy Rumpoko itu. Sebenarnya udah terjalin komunikasi antara lawyer sama lawyer, udah somasi. Dan itu nggak ada urusannya sama pidana. Itu perdata," ujar Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Semua bermula dari Ahmad Dhani yang memang ingin menggarap sebuah proyek vila.

"Nggak apa-apa. Oh ada, nanti saya kasih nomor lawyernya yang urus," kata Dhani.

Detik
loading...