Anies Baswedan Hibahkan Rp1,4 Miliar untuk Paduan Suara Gereja DKI, Era Ahok Gereja Bethel Rp30 Juta

shares

Loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas kontingen dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah (LP3KD) DKI Jakarta yang akan mengikuti lomba di Ambon. Sekaligus, Anies memberikan dana hibah Rp 1,4 miliar untuk LP3KD.

Kontingen LP3KD DKI akan berlaga di Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik di Ambon. Anies berharap kontingen DKI mampu meraih kemenangan.


"Kita ingin agar delegasi Jakarta yang berangkat ke Ambon prestasinya betul-betul kelas Jakarta, kelas nasional. Siap untuk menang? Yakin menang? Pokoknya Jakarta berangkat dengan semangat. Nanti sampai di sana buat setiap warga Indonesia yang hadir bilang 'memang Jakarta ini ya'. Jakarta harus menangan (selalu menang). Begitu datang selalu menang, selalu di atas," ujar Anies di Balai Agung Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalarta Pusat, Minggu (21/10/2018).

Pesparani Katolik akan digelar di Ambon pada 27 Oktober hingga 2 November 2018 mendatang. Ia menargetkan kontingen DKI Jakarta dapat menyabet juara umum dalam kompetisi tersebut.

"Kita punya kesempatan. Minggu lalu MTQ Jakarta pulang sebagai juara umum. Jadi nanti 2 November Jakarta juara umum di Ambon," ucap Anies yang disambut tepuk tangan hadirin.

DKI Jakarta mengirimkan total 167 orang yang akan berlaga di 10 cabang lomba, di antaranya kategori paduan suara pria dewasa, paduan suara wanita, dan paduan suara campuran. Ketua Umum LP3KD DKI Jakarta Antonius Suyadi berharap peserta Pesparani dapat ambil bagian dan memupuk persaudaraan dalam kompetisi.

"Semoga mereka mempersiapkan dengan baik dan ambil bagian dalam Pesparani di Ambon. Pesparani bukan sekedar lomba tapi adalah kebersamanan umat Katolik yang tujuannya untuk memupuk persaudaraan," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Anies melantik pengurus pertama LP3KD DKI Jakarta. Anies menyebut Pemprov DKI mendukung penuh dan akan memberikan dana hibah sebesar Rp 1,4 M untuk LP3KD DKI Jakarta.

"Puji syukur hari ini kita menyaksikan pelantikan pengurus baru. LP3KD ini lembaga yang baru terbentuk di tingkat nasional dan daerah, di DKI baru pertama kali juga di seluruh Indonesia. Tahun ini kami memberikan hibah untuk kegiatan ini sebesar Rp 1,4 miliar, yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan terkait pengembangan Pesparani (di Jakarta). (Untuk) Para pengurus, ini adalah panggilan moral, hati dan iman. Terima kasih bersedia menghibahkan waktu, energi, pikiran, tenaga dan dana untuk menjalankan kegiatan ini," tutur Anies.

Detik

Begini Beda Dana Hibah Era Ahok dan Anies Baswedan

Dana hibah Rp 1,7 triliun dalam APBD DKI 2018 di bawah kepemimpinan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebenarnya lebih kecil bila dibandingkan dengan era Ahok. Pada 2016, anggaran hibah Ahok mencapai Rp 2,2 triliun.     

Pada APBD DKI 2018, belanja hibah Rp 1,7 triliun dialokasikan ke 104 badan, lembaga, organisasi kemasyarakatan, dan sarana ibadah, seperti masjid, gereja, pura, dan majelis taklim. Sebanyak 9 majelis taklim akan mendapatkan dana hibah dengan total sekitar Rp 175 juta, 12 musala Rp 655 juta, 15 masjid dialokasikan sebesar Rp 11,2 miliar, 3 gereja Rp 280 juta, dan 1 pura memperoleh Rp 1 miliar.

Dibandingkan dengan belanja hibah di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2016, nilai anggarannya lebih besar yaitu Rp 2,2 triliun untuk 90 badan, lembaga, dan organisasi masyarakat.

Adapun sarana ibadah yang mendapat hibah dari pemprov DKI pada 2016, seperti Musala Hidayah Rp 50 juta, panitia renovasi bangunan Musala Al-Fallah Rp 50 juta, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi DKI Jakarta Rp 500 juta, Lembaga Pembinaan Keagamaan Budha (LPKB ) Provinsi DKI Jakarta Rp 500 juta, Gereja Kristen Jawa Gandaria Rp 50 juta, dan Gereja Bethel Indonesia Rp 30 juta.

Berdasarkan penelusuran Tempo di laman apbd.jakarta.go.id, sebagian dari dana hibah di era Ahok dialokasikan ke Polda Metro Jaya sebesar Rp 45,2 miliar, Kodam Jaya Rp 13 miliar, Batalyon Pembekalan Angkutan -3/Rat Rp 10,4 miliar, Kodam Jaya/ Jayakarta Zeni Rp 24,3 miliar, Komando Pertahanan Udara Nasional Rp 26,1 miliar dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat sebesar Rp 1,5 miliar.

Di era Anies Baswedan, hibah untuk Kodam Jaya sebesar Rp 20,9 miliar. Adapun untuk Polda Metro Jaya dan lembaga pertahanan lainnya tidak dianggarkan lagi.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung mengatakan besaran dana hibah yang masuk Rancangan APBD 2018 sebesar Rp 1,7 triliun itu masih wajar.

Menurut dia, anggaran tersebut diajukan oleh organisasi atau lembaga yang bersangkutan untuk dipertimbangkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Saat mengajukan permohonan hibah, mereka harus melampirkan program kerja dan kegiatannya. "Kan ada laporannya. Penggunaanya itu sama dipertanggungajawabkan dan diaudit bukan dikasih begitu saja," ujar Lulung di Balai Kota Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Tempo
Loading...