Bicara Di Hadapan para Ulama LDII, Prabowo Subianto: Kita Bangsa yang Tambah Miskin

shares

Loading...
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia semakin miskin, bukan semakin bertambah baik.

Prabowo mengutarakan hal tersebut saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).


"Kita bangsa yang tambah miskin, bukan bangsa yang tambah baik," ucap Prabowo.

Prabowo menyimpulkan hal tersebut berkaca dari nilai rupiah saat ini. Dia mengatakan bahwa lima tahun yang lalu, nilai rupiah berada pada angka 10 ribu per dolar Amerika Serikat. Kini, lanjutnya, rupiah telah menyentuh 15 ribu per dolar AS.

Baca ini juga:
Mengaku Nervous saat Pidato, Prabowo Subianto: Kalau Di Hadapan Banyak Ulama, Saya Agak Grogi
Dirut Yoory: Rusun DP 0 Rupiah Dijual Rp310 Juta untuk Warga Berpenghasilan Rp4-7 Juta
Momen Unik saat Prabowo Subianto Hentikan Pidato saat Dengar Kumandang Adzan

"Berarti kita sekarang tambah miskin. Kita kerja, sama. Penghasilannya, sama. Tapi nilainya tidak sama karena sudah merosot," ujar Prabowo.

Prabowo mengaku miris dengan kondisi demikian. Menurut dia, Indonesia adalah negara kaya akan sumber daya mineral yang merupakan modal untuk menjadi negara industri terkemuka. Misalnya, gas alam, nikel, dan bauksit.

Namun, dia menyayangkan Indonesia tidak merasakan keuntungan dari itu semua. Alasannya, karena sebagian besar keuntungan mengalir ke luar negeri. Prabowo mengatakan telah membeberkan hal tersebut sejak belasan tahun lalu.

"Komoditas-komoditas hebat ada di kita tetapi sebagai bangsa bisa dikatakan sekarang ini kita tekor. Tekor sebagai bangsa. Kita adalah bangsa yang rugi," ujar Prabowo.

"Saya lontarkan belasan tahun yang lalu dan elite menertawakan saya dan mengucilkan saya," ujar dia.

Akhirnya, lanjut Prabowo, Indonesia mengandalkan utang. Dia lantas merasa ironis karena kalangan elit merasa tidak ada yang salah dengan negaranya yang hidup mengandalkan utang.

Prabowo kemudian menyebut kalangan elite melakukan pengkhianatan terhadap bangsanya sendiri. Begitu juga terhadap rakyatnya.

Lintasan Terkini:
Akhirnya Nasib Buruk Ini Menimpa Guru Nelty Khairiyah yang Diduga Doktrin Siswa Anti-Jokowi
Buntut Ganti Lirik Lagu Anak, Fadli Zon Ditegur FPI: 'Kata Habib Rizieq Syihab, Mohon Lagunya Jangan Dibajak'

Para eliet, kata Prabowo, lebih mementingkan diri dan kelompoknya masing-masing. Tidak lagi memikirkan kepentingan rakyat banyak. Akibatnya, terjadi jurang yang dalam antara elite dengan rakyat jelata.

"Jadi sodara-sodara ada masalah besar di republik kita. Yaitu bahwa pendapat saya, saya melihat ada satu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya," ucap prabowo.

Prabowo tidak ingin menunjuk hidung salah satu pihak ketika menyebut ada elite yang berkhianat. Dia mengatakan elite adalah unsur pimpinan, sehingga dirinya sendiri pun bagian dari kalangan elite.

"Saya termasuk bagian dari elit," ucap Prabowo.

CNN
Loading...