Dahnil Sebut Acara IMF Foya-foya Di Tengah Bencana Sulteng, Ini Balasan Menonjok PSI dan PDIP

shares

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak digelarnya acara Annual Meeting Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) di Bali. Mereka menyayangkan anggaran yang dikeluarkan pemerintah terlalu besar.

"Iya betul (menolak), karena hal tersebut menurut kami sangat substantif, kami pahami annual meeting IMF/WB tersebut tidak bisa dibatalkan karena anggaran yang sangat besar tersebut sudah dikeluarkan pemerintah dari APBN, namun kami menyarankan melakukan penghematan," kata koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, lewat pesan singkat, Minggu (7/10/2018).


Keluarnya dana besar untuk menyelenggarakan pertemuan itu menurutnya terkesan foya-foya. Pasalnya Indonesia masih berusaha bangkit dari bencana gempa-tsunami di Sulawesi Tengah.

Selain itu, menurutnya, dana tersebut bisa dihemat dan dialihkan untuk penanganan bencana. Dahnil menolak jika kritik terhadap penyelenggaraan pertemuan IMF-WB ini disebut pengalihan isu atas kasus hoax Ratna Sarumpaet.

Lintasan Terselubung:
Presiden Jokowi Resmi Bergelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri, Ini Maknanya
Warga Wonogiri Dihebohkan Kambing Bermata Satu, Begini Nasibnya Sekarang
Nekad Pakai Kaos #2019GantiPresiden di Acara Silaturahmi Presiden Jokowi, Begini Nasib Pemuda Ini

"Belanja untuk pertemuan tersebut sangat besar dan terkesan foya-foya di tengah bencana Palu, Donggala dan Lombok. Sementara saudara-saudara kita di Lombok protes dana yang dijanjikan pemerintah belum dicairkan. Ada baiknya, sebagian dana untuk kegiatan tersebut dihemat kemudian dialihkan untuk penanganan bencana. Bagi kamu itu usul yang sangat konstruktif, justru janggal dan miskin empati bila usulan tersebut dimaknai sebagai pengalihan isu," ungkap Dahnil yang juga Ketum PP Muhammadiyah ini.

Diketahui, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur memprotes biaya penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World ini dengan tak akan mengutus wakil yang diundang ke pertemuan itu. Sebagaimana diketahui, anggaran pertemuan IMF di Bali sekitar Rp 855,5 miliar.

Sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai penolakan terhadap acara tersebut seagai sebuah pengalihan isu dari kasus Ratna Sarumpaet. Menurutnya, negara besar harus juga mengerjakan hal-hal yang besar. Sibuknya penanganan gempa dan tsunami di Sulteng tak serta merta membuat pertemuan IMF-WB hingga Asian Para Games 2018 terbengkalai.

"Penolakan Acara World Bank dan IMF di Bali Hanya Pengalihan Isu Dari Skandal Politik yang Paling Memalukan Dalam Sejarah Indonesia; kasus Ratna Sarumpaet yang menipu dan Prabowo yang mudah tertipu," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (7/10) kemarin.

Hanya ada di sini:
Hasil Evaluasi Kurang Membahagiakan, Anies Baswedan: Saya Baru Tugas Satu Tahun
Ternyata Ini Alasan Jenius Gus Solah Tak Percayai Hoaks Ratna Sarumpaet dari Awal, Patut Dicontoh Nih

Sementara, Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan Presiden Jokowi sudah memberi perhatian kepada bencana alam, termasuk di Sulawesi Tengah sebagai bencana alam yang paling akhir terjadi. Lagipula, pemerintah juga telah berhasil menyisipkan agenda penting di gelaran IMF-World Bank berdana Rp 855 miliar itu.

"Yakni pembahasan soal penanganan bencana bagi perekonomian. Itu menjadi agenda khusus, sisipan, yang menjadi talking point resmi. Itu disisipkan karena ada gempa," kata Eva kepada detikcom, Minggu (7/10).

Detik
loading...