Mau Rekrut Susi Pudjiastuti, Benny: Jadi Wapres Pun Gak Mungkin, Sandiaga Sedang Bermimpi

shares

Loading...
Perkara 'lirik melirik' di dalam dunia politik bukan hal yang tabu. Salah satunya sebagaimana diberitakan beberapa hari terakhir, tentang calon wakil presiden dari pasangan nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Jauh sebelumnya, Sandi dan Susi pernah bertarung dalam lomba renang melintasi Danau Sunter pada Februari 2018 silam. Saat itu, Susi masuk garis finish terlebih dahulu, bahkan kembali untuk menjemput Sandiaga. Lalu, bagaimana dengan persoalan lirik melirik seperti diberitakan "Sandi Lirik Menteri Susi?".


Ceriteranya, Cawapres Sandiaga Uno membuka peluang pada Susi Pudjiastuti dipilih jadi Menteri Kelautan dan Perikanan bila dirinya kelak menang di Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Hanura Benny Rhamdani pun berkomentar. Pria asal Sulawesi itu pun menilai, bahwa Sandi sedang "berhalusinasi".

"Bagaimana mungkin mereka merekrut Susi menjadi menteri. Jadi Presiden dan Wakil Presiden pun tak mungkin. Tapi sebatas bahwa Sandi sedang bermimpi, berhalusinasi, itu hak dia," ungkap Benny Rhamdani dihubungi wartawan, Minggu (28/10/2018).

Benny lalu membandingkan kapasitas antara Sandi dan Susi yang dinilainya jauh berbeda. Selain itu peluang Prabowo Subianto-Sandi menang di Pilpres pun tipis.

"Kedua, kenapa saya katakan Sandi sedang bermimpi dan halusinasi, bagaimana Sandi mau merekrut Susi untuk jadi Menteri KKP yang secara intelektual jauh lebih pintar daripada Sandiaga. Fakta bahwa dia mengkritisi kebijakan perikanan yang kemudian dikontrol oleh Susi, itu membuktikan Sandi tidak lebih pintar daripada Susi," kata Benny.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Susi menghujamkan kritik yang cukup pedas kepada Sandi. Alumni SMA 1 Yogyakarta itu, meminta Sandi belajar lagi terkait regulasi perikanan di Indonesia.

Belakangan, Sandi membuka peluang memilih Susi menjadi menterinya. Hal itu terjadi, jika saja dirinya bernasib baik paslon nomor urut 02 itu kelak dipercayakan masyarakat dan memenangkan kompetisi Pilpres di 17 April 2019 mendatang.

"Kalau Allah tentukan Prabowo-Sandiaga yang memimpin, kan mungkin Ibu Susi juga yang ngurusin nelayan. Kan nggak tertutup kemungkinan," kata Sandi kepada wartawan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).

Selain itu, jika dirunut beritanya, jauh sebelumnya Cawapres Sandiaga Uno ketika berkampanye di Indramayu menyatakan siap mempermudah penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) untuk nelayan bila terpilih dalam Pilpres 2019.

Janji kampanye Sandiaga itu pun membuat Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram karena izin tersebut saat ini sudah dipermudah. Sandi mengaku informasi sulitnya mendapatkan SIPI diperolehnya dari para nelayan.

"Saya tidak memodifikasi, itu kan hasil diskusi kita sama masyarakat, nelayan, dan ada UMKM, pengusaha kerupuk karena dia salah satu bahan bakunya kekurangan, langka bahan baku karena kesulitan (izin) nelayan melaut," kata Sandiaga Uno di Jakarta Selatan, Kamis  (18/10/2018).

Menteri Susi sebelumnya mengatakan pemerintah telah memberi kemudahan bagi nelayan untuk melaut dengan berdasarkan jenis kapal digunakan.

Susi pun meminta kepada Sandiaga untuk bisa mempelajari kembali undang-undang, sebelum berbicara di publik terkait  perizinan yang sering menjadi bahan didompleng sebagai bahan berkampanye.

NetralNews
Loading...