Naik Pitam di Rapat Badan Anggaran, Prasetio: Saya Gantikan Ahok Pecat Pejabat

shares

Dalam Rapat Badan Anggaran, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sempat naik pitam. Bahkan, dia meminta Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk pecat para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak bisa menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan.

Penyerapan APBD 2018 yang rendah membuat Prasetyo melihat kinerja yang buruk dari SKPD. Bahkan, dia mengingat ketegasan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menemukan ketidakseriusan pegawainya dalam mengemban tugas.


"Iya bahasa saya yang paling kasar, pecat. Tapi yang doyan mecat orangnya di Mako Brimob sekarang, saya yang gantiin di DPRD, pecat orang itu," tutur Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/10).

Lintasan Terpopuler:
Curhat 2019 jadi Pilpres Terberat untuk Capresnya, Gerindra: Prabowo Subianto Dikepung
Terbongkar Lagi, Nama Ratna Sarumpaet Tak Terdaftar di Undangan Chile, Pemprov DKI Diminta Jangan Berbohong

Menurutnya, anggaran yang telah disahkan 2018 belum maksimal dalam penyerapannya sehingga tidak mau terjadi hal yang sama pada APBD DKI 2019 mendatang. Dirinya melihat ada SKPD yang tidak mau menerima anggaran yang sudah dialokasikan seperti Pemkot Jakarta Barat.

Saat rapat beberapa waktu yang lalu, Pemkot Jakarta Barat meminta anggaran pembebasan lahan untuk Kantor Lurah Jembatan Besi ditiadakan. Tetapi, DPRD DKI menolak dan ingin Pemkot Jakarta Barat tetap mencari lahan untuk dibebaskan.

"Saya tidak mau mendengar lagi, seperti Wakil Walikota Jakarta Barat, ini catatan buat eksekutif, dikasih uang untuk membangun lurah dibilang nggak bisa," tegasnya.

Baca ini juga Yuk:
Setelah Diperiksa 6 Jam di Polda Metro Jaya, Amien Rais Puji Polisi Telah Memuliakan Dirinya
Terungkap 3 Faktor Utama Jokowi Batal Naikkan BBM, Poin Ketiga Ternyata Demi Rakyat

Ke depan, Pras memberikan peringatan kepada Pemprov DKI agar tidak segan-segan mengambil tindakan pemecatan jika menemukan hal seperti itu. "Saya mengawasi, Bapak yang megang kendali uang, kalau masih ada hal yang seperti itu, tolong Pak Sekda, ganti orang kayak begitu," tandasnya.

JawaPos
loading...