Orator Aksi Bela Tauhid Teriak 'Jokowi Halal atau Haram Dipilih?', Begini Reaksi Gerindra

shares

Loading...
Orator dan massa Aksi Bela Tauhid menyerukan '2019 ganti presiden' dalam aksinya. Kubu capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tidak paham dengan teriakan itu.

"Ya saya nggak tahu ya, mungkin itu ekspresi dari pendemo gitu," ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sabtu (27/10/2018).


Andre menyebut massa aksi bela tauhid mungkin kecewa dengan respons pemerintah terkait pembakaran bendera HTI yang memuat kalimat tauhid. Soal teriakan' ganti presiden', Andre enggan menafsirkannya.

"Pastinya tanya ke demonstran," ucap Andre.

Orator saling bergantian berorasi dalam aksi yang digelar di depan depan Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (26/10). Salah satu orator awalnya membahas bendera yang dibakar anggota Banser dalam peringatan Hari Santri Nasional, yang dinyatakan sebagai bendera HTI.

Menurutnya, hingga kini tidak ada bendera Al-Liwa dan Ar-Rayah yang dipatenkan jadi bendera ormas. Karena itu, menurutnya, tidak sulit memutuskan masalah ini. Selain itu, orator tersebut bertanya kepada massa soal sikap Presiden Jokowi dalam kasus ini.

Begini interaksi orator-massa aksi yang menyerukan '2019 ganti presiden':

"Tapi Presiden tegas atau tidak Saudara-saudara? (tidak). Berbicara atau tidak, Saudara? Takbir, Allahu Akbar," tuturnya.

Dia juga menyebut rezim Jokowi anti-Islam. "Presiden yang zalim ini haram atau halal dipilih, Saudara-saudara?"

"Haram," jawab massa.

"Maka pemimpin mau memberikan kesempatan dua periode lagi atau tidak, Saudara-saudara?" tanya orator.

"Tidak," jawab massa.

"Jokowi ini halal atau haram dipilih? Halal atau haram? Kalau haram 2019 ganti?" tanya orator lagi.

"Presiden," jawab massa lagi.

Detik
Loading...