Pihak Keluarga: Kopilot Harvino Harusnya Tidak Terbangkan Pesawat Lion Air yang Jatuh

shares

Loading...
Harvino disebut seharusnya tidak menjadi kopilot di penerbangan Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang. Keluarga menyebut Harvino menggantikan kopilot lain yang tidak bisa terbang.

"Lagi memang nggak boleh terbang. Harusnya juga yang ke Pangkalpinang ini bukan dia, orang lain," kata adik Harvino, Vinni Wulandari, di Jl Masjid, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/10/2018).


Harvino sudah 4 tahun bekerja di Lion Air. Vinni menyebut kopilot yang digantikan Harvino tidak punya izin menerbangkan Boeing 737 MAX 8, jenis pesawat Lion Air ini.

"Karena si pilot ini (yang digantikan) nggak punya license 737 MAX 8, gitu," ucapnya.

Vinni mengatakan kakaknya lulus dari sekolah pilot pada 1997. Namun, karena krisis moneter, Harvino belum bisa langsung bekerja sebagai pilot. Dia kemudian bersekolah di bidang ATC.

Ayah Harvino juga disebut sempat melarang anaknya itu jadi pilot. "Udah, nggak usah jadi pilot. Tiap kali (dia) ngelamar, (Ayah) minta dibatalin," ungkap Vinni menirukan perkataan ayahnya.

Istri Harvino masih terpukul hingga saat ini. Pria berusia 41 tahun itu memiliki dua anak.

Detik
Loading...