Sejak Ahok Diganti Gubernur Anies, Komunikasi Seolah Berhubungan dengan Tujuh Lapis Langit

shares

Loading...
Polemik sampah DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi masih berlanjut. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya tidak kooperatif menyelesaikan persoalan ini.

"Sejak gubernurnya (DKI-red) baru, jangankan untuk bantuan awal pemerintahan, komunikasi saja seolah-olah berhubungan dengan tujuh lapis langit," kata Rahmat Effendi yang akrab disapa Kang Pepen saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).


Pepen tak menampik masalah penyetopan truk sampah dari DKI Jakarta ke Bekasi terkait dana hibah dari DKI yang belum cair. Dia meminta dana hibah itu segera dicairkan atau jika tidak kerja sama Bekasi dengan DKI dihentikan.

Bagi Pepen, bantuan keuangan terkait pengelolaan sampah DKI ke Kota Bekasi bukan urusan nominal. Tapi DKI dan Kota Bekasi punya perjanjian yang sama-sama harus dipatuhi. Namun, menurutnya Pemprov DKI selama ini tidak kooperatif saat diminta menyelesaikan kewajiban tersebut.

"Kita hanya ingin menyampaikan bahwa ada kewajiban-kewajiban DKI yang tersirat dalam PKS (perjanjian kerja sama) dan itu sudah berjalan seolah-olah dianggap tidak ada, melalui surat tidak ada respons, peringatan komunikasi dengan surat kembali juga tidak direspons," ujar Pepen menyesalkan.

"Pak Gubernur-nya tidak peduli dengan pemkot dan rakyat Bantargebang. Tidak soal. Hanya ada satu konsekwensi berarti DKI tidak butuh Pemkot dan tidak butuh lokasi TPA," sambungnya.

Pepen berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan. Dia mengingatkan seharusnya hubungan kerja sama DKI Jakarta dengan Bekasi bisa terjalin harmonis, saling menghormati.

"Tidak ada suatu daaerah yang lokasinya mau dijadikan tempat pembuangan sampah. Perlu dicatat yang disampaikan gubernur melalui medsos adalah bantuan 2017 bukan 2018. Kalau 2018 saja tidak ada bagaimana mungkin yang bantuan 2019 akan direalisasikan. Yang kita tahu bahwa KUA/PPAS diproses di bulan Juni," jelasnya.

Detik
Loading...