Sempat Bikin Manuver Serang Jokowi, Sekarang Giliran Farhat Abbas Balas Preteli Fadli Zon

shares

Loading...
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, membuat puisi berjudul 'Rezim Sontoloyo.'

Puisi ini diciptakan Fadli setelah pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu soal adanya politisi sontoloyo.


Berikut puisi Fadli yang diunggah di akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (25/10/2018).

SONTOLOYO!

Kau bilang ekonomi meroket
padahal nyungsep meleset
sontoloyo!

Kau bilang produksi beras berlimpah
tapi impor tidak kau cegah
sontoloyo!

Kau bilang pengangguran turun
orang cari kerja makin berjibun
sontoloyo!

Utang numpuk bertambah
rupiah anjlok melemah
harga-harga naik merambah
hidup rakyat makin susah
kau jamu tuan asing bermewah-mewah

rezim sontoloyo!

Fadli Zon, 25 Oktober 2018.

Puisi 'Rezim Sontoloyo' karya Fadli ini, dibalas oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas, dengan menulis puisi berjudul 'Sontoloyo Teriak Sontoloyo.'

Berikut puisi Farhat Abbas yang diterima NNC, Jumat (26/10/2018).

Sontoloyo Teriak Sontoloyo

Berebut kuasa di tanah Jowo
Negeri sendiri dibiar kosong
Tuan jadi tak berwibowo
Ngeri mendengar berita bohong

Pidato Tuan gagah perkaso
Menyerang lawan sangat teraso
Tuan memang sangat gayo
Tapi Tuan tampak loyo.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk waspada terhadap para politisi sontoloyo, yakni politisi yang memakai cara-cara menyebarkan kebencian, mengadu domba, menggunakan isu SARA dan memecah belah masyarakat jelang Pemilu 2019.

"Jadi gini, menjelang Pemilu ini banyak cara-cara tidak sehat digunakan oleh politisi. Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat tapi yang enggak baik sering menyerang lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab, juga tidak ada tata kramanya. Itu yang enggak sehat seperti itu," kata Jokowi di Tangerang, Rabu (24/10/2018).

"Kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik SARA, politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya tadi politik sontoloyo," ucap dia.

Karenanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak semua pihak untuk  kontestasi politik dilakukan adu gagasan dan program, serta menonjolkan prestasi dan rekam jejak, bukan saling mengadu domba, memecah belah, dan menebar kebencian.

"Oleh sebab itu saya ingatkan, ini bukan zamannya lagi menggunakan kampanye misalnya politik adu domba, pecah belah, kebencian, udah bukan zamannya. Sekarang zamannya adu program, kontestasi gagasan ide, prestasi, rekam jejak. Kalau masih pakai cara lama politik kebencian, SARA, adu domba, itu namanya politik sontoloyo," tegas Jokowi.

NetralNews
Loading...