Dear Amien Rais, Ini Jawaban Polri soal Aktor Intelektual Pembunuhan Dufi dalam Drum

shares

Loading...
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meminta polisi mengusut jika ada aktor intelektual di balik pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi. Polisi menyebut pihaknya melakukan penyelidikan secara profesional berdasarkan fakta hukum.

"Harus didalami dulu, polisi kan bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum. Fakta hukumlah yang nantinya akan membuat terang-benderang," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Rabu (21/11/2018) malam.

Sampai saat ini, dua pelaku pembunuhan sudah ditahan polisi. Polda Jawa Barat dan Polres Bogor pun masih melakukan penyelidikan.

"Kalau sudah lengkap, nanti akan disampaikan oleh Polda Jabar," kata Dedi.

Sebelumnya, Amien Rais mengaku prihatin terhadap kasus pembunuhan Dufi. Dia meminta agar kasus ini diusut tuntas hingga ke aktor intelektualnya jika pembunuh Dufi hanya pesuruh.

"Saya minta aparat kepolisian segera mengungkap sampai tuntas kasus ini. Apakah pelaku sendirian atau apa. Jika pelaku yang ditangkap hanyalah pesuruh, saya berharap aparat kepolisian bisa menangkap aktor intelektualnya," kata Amien.

Pernyataan Amien Rais ini disampaikan kembali oleh Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/11). Amien sendiri menemui keluarga Dufi di Gading Serpong, Tangerang, pada Rabu (21/11) siang, pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, Dufi awalnya pamit kepada keluarganya pada Jumat (16/11) dan tidak diketahui kabarnya. Dua hari kemudian, keluarga Dufi dikagetkan oleh penemuan mayat di dalam drum di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (18/11). Mayat itu adalah Dufi.

Pembunuh Dufi sudah ditangkap. Pria bernama Nurhadi itu ditangkap tim Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen dan AKP Rovan Richard Mahenu, di dekat tempat cucian motor 'Omen' di wilayah Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (20/11), pukul 14.30 WIB.


Dufi adalah mantan wartawan yang bekerja freelance sebagai sales marketing di stasiun TV Muhammadiyah (tvMu). Di tvMu, Dufi tak pernah bertugas melakukan peliputan.

Detik
Loading...