Patahkan Janji Manis Prabowo, Ekonom UI: Nggak Ada Negara Yang Bisa Lepas dari Impor

shares

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berjanji tidak akan impor apapun jika terpilih menjadi presiden. Dia ingin agar Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.

Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal menuturkan, saat ini tidak ada negara yang benar-benar lepas dari impor. Negara seperti Kuba dan Venezuela saja tak lepas dari perdagangan internasional tersebut.


"Nggak ada (yang tidak impor), udah nggak ada lagi. Kuba juga terbuka. Mencoba tertutup seperti Venezuela, seperti kita lihat krisis ekonomi. Venezuela pun sebenarnya ketika menutup diri, tidak serta merta 100% tertutup, tetap partnership dengan negara lain, komunis sosialis, mereka menghindari Amerika," kata dia kepada detikFinance, Senin (5/11/2018).

Dia mengatakan, impor dilakukan karena tidak ada negara bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Sebab itu, impor dilakukan.

"Karena tidak bisa memproduksi semua sendiri, karena resources terbatas," ujarnya.

Lebih lanjut, untuk mengurangi efek negatif dari impor cara terbaik ialah menentukan prioritas sumber daya yang dikembangkan.

"Dengan resources terbatas harus menentukan skala prioritas, berdasarkan sektor yang unggul secara komparatif. Kalau bicara perdagangan internasional, metode tidak langsung produksi. Kita bisa fokus yang unggul, kita bisa ciptakan surplus, dari prosesnya yang kita impor," ujarnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, menerapkan model sistem tertutup atau tidak impor sulit dilakukan. Dia bilang, yang paling rasional ialah menjadikan impor kecil.

"Untuk saat ini nggak bisa dibikin model tertutup. Yang paling rasional menjaga impor level kecil tapi untuk produk strategis," dia.

Detik
loading...