Rizieq Tegaskan Penahanannya di Arab Saudi Bohong

shares

Loading...
Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengklarifikasi kabar penangkapan dan penahanannya di Arab Saudi dalam kasus bendera tauhid yang mencuat ke publik beberapa hari lalu.

Berbicara langsung melalui Front TV, Rizieq menegaskan tidak pernah ada penangkapan, penahanan, maupun penggeledahan terhadap dirinya oleh kepolisian Arab Saudi.

"... Jadi tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap kemudian digeledah, itu semua bohong," kata Rizieq saat memberikan klarifikasi lewat Front TV, Jumat (9/10).


Sebelumnya, Rizieq ramai diberitakan sempat diperiksa dan ditahan oleh polisi Arab Saudi terkait kasus bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang terpasang di rumahnya di Mekkah.

Rizieq tak menampik berurusan dengan polisi. Namun bukan dalam kasus bendera, melainkan pemasangan poster. Rizieq menyebut bukan dirinya yang memasang poster itu di rumahnya.

Poster itu disebut Rizieq ditempelkan pihak yang tidak dia kenal. "Sehingga rumah kediaman kami didatangi aparat keamanan Saudi," ujar Rizieq tanpa menyebut isi atau gambar poster tersebut.

Menurut Rizieq, kepolisian setempat mendatangi rumahnya dengan santun, lalu memintanya selaku penghuni rumah menemui mereka. Rizieq berkata dirinya menemui para polisi itu di lapangan parkir di belakang rumahnya.

"Pada saat saya keluar dari rumah, poster yang saya sebutkan tadi itu sudah tidak ada, sudah dicabut oleh aparat keamanan Saudi. Jadi saya tidak pernah lihat poster yang dipasang tersebut," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, kata Rizieq, dirinya diminta ikut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dia berkata memenuhi permintaan itu karena tak ingin jadi perhatian tetangga.

"Jadi tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan. Yang ada mereka datang, mereka turunkan poster, mereka meminta saya menemui mereka, dan mereka minta kesediaan saya untuk memberi keterangan di kantor kepolisian," kata Rizieq.

Tiga Pertanyaan Utama

Di kantor polisi Rizieq mengaku mendapat tiga pertanyaan utama. Polisi menanyakan apakah dirinya yang menempelkan poster tersebut.

"Maka dengan tegas dan singkat saya katakan, bukan," kata dia.

Rizieq mengatakan polisi juga menanyakan apakah dirinya mengetahui orang atau pihak yang menempelkan poster tersebut. Rizieq kembali menjawab tidak tahu.

"Kemudian pertanyaan yang ketiga, pertanyaannya adalah adakah saya menduga atau mencurigai pihak-pihak tertentu yang ingin mencelakai saya? Sehingga menempatkan poster tersebut agar saya bermasalah dengan pihak keamanan di Saudi," ujar Rizieq.

Menjawab pertanyaan ketiga itu, Rizieq mengaku menceritakan kepada polisi apa yang dia hadapi selama ini, termasuk soal upaya pihak lain untuk mencelakakan dirinya dan keluarganya.

Dalam pemeriksaan itu Rizieq berkata polisi memintanya menginap karena sudah lewat tengah malam dan ada beberapa bagian yang harus dirapikan terkait administrasi.

"Saya setuju, saya menginap di sana, keesokan harinya kemudian dilanjutkan yaitu satu dua pertanyaan, selesai itu kemudian mereka rapikan administrasinya," ujar Rizieq menjelaskan.

Berdasarkan pemeriksaan itu, Rizieq mengatakan kepolisian Arab Saudi menyatakan dirinya sebagai korban, bukan pelaku kejahatan.

"Bahkan polisi memahami betul ada pihak-pihak yang sampai saat ini masih dicari, ingin memfitnah saya terkait dengan organisasi ISIS, terorisme dan lain sebagainya, untuk membuat saya menjadi bermasalah di Saudi," katanya.

Dia pun mengaku dipersilakan pulang setelah sempat menginap. Adapun proses administrasi terkait itu, Rizieq membenarkan dirinya didampingi utusan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Keesokan harinya Rizieq mengaku kembali dipanggil polisi. KJRI di Jeddah turut mendampinginya lagi.

Di kantor polisi, Rizieq mengaku diminta melaporkan kejadian karena ada hal yang membuat kepolisian setempat tersinggung karena foto pertemuannya tersebar luas.

"Foto tersebut disebarkan di Indonesia, disiarkan di berbagai televisi, ini membuat kepolisian Saudi Arabia sangat marah, mereka tersinggung dan mereka kecewa," ujar Rizieq.

Dia lantas memenuhi permintaan kepolisian untuk membuat laporan. Kata Rizieq, dari laporannya aparat keamanan Saudi akan mengejar mereka yang memasang poster di rumahnya.

Rizieq juga menyebut pemeriksaan polisi atas kasus pemasangan poster yang dialami merupakan hal yang wajar.

"Karena poster apapun tidak boleh dipasang di rumah-rumah tinggal di Saudi Arabia. Itu peraturan negara," ujar Rizieq.

CNN
loading...