Sandiaga Uno Janji Akan tetap Lanjutkan Program Jokowi Jika Menang di Pilpres 2019

shares

Loading...
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan akan melanjutkan program pemerintahan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, jika dirinya dan Capres Prabowo Subianto melenggang ke Istana pada Pilpres 2019. Namun, Sandi mengaku harus ada aspek yang diubah dari program tersebut.

Berbicara usai menghadiri diskusi "Kiat Sukses Menjadi Pengusaha Millennial" di Yogyakarta, Jumat (16/11), Sandi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi sudah berjalan baik.


1. Pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan jika dipandang bagus

Sandiaga mengatakan pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi akan dilanjutkan jika dinilai baik.

"Kebijakan pembangunan infrastruktur Pak Jokowi, kalau memang misalnya bagus, akan kita lanjutkan," ungkap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Namun, Sandi berpendapat, pembiayaan proyek infrastruktur 'versi' Prabowo-Sandiaga akan berbeda dengan apa yang sudah dijalankan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Tapi pendanaannya kita akan ubah, yang akan mengerjakan itu melibatkan swasta juga," kata Sandi.

2. Data menunjukkan swasta sudah dilibatkan dalam pengerjaan infrastruktur negara

Klaim Sandiaga di atas seakan menyimpulkan pemerintahan Jokowi-JK yang sedang berjalan, tidak melibatkan swasta dalam membangun sarana dan prasana publik. Padahal, data menunjukkan pihak swasta terus dilibatkan dalam pembiayaan proyek infrastruktur.

Mengutip Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp4.796,2 triliun untuk menyelesaikan seluruh proyek infrastruktur sepanjang 2015-2019. Dana sebesar itu akan digunakan untuk mendanai pembangunan jaringan jalan, perumahan, irigasi, bandara, dan pelabuhan, serta energi.

3. Sumbangan pembiayaan proyek dari sektor swasta lebih besar daripada BUMN

Terdapat tiga sumber pendanaan yang diupayakan pemerintah yaitu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan kerja sama dengan swasta. Hingga Maret 2018, pembiayaan proyek dari sektor swasta mencapai 36,5 persen dari total anggaran yang dibutuhkan.

Porsi swasta tersebut lebih banyak dari sumbangsih BUMN (22,2 persen), namun masih di bawah jumlah dana yang dikeluarkan APBN (41,3 persen). Sementara, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014 pemerintah menganggarkan Rp154,7 trilun untuk pembangunan. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2019, dengan anggaran pembangunan Rp420,5 triliun.

IDNTimes
Loading...