Tangisan Kepala Basarnas Tak Terbendung Saat Beberkan Proses Evakuasi Korban Lion Air

shares

Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi memastikan prioritas tim SAR gabungan adalah mencari korban Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat.

"Jadi tadi kita sudah ketemu dengan keluarga korban. Saya kalau di lapangan garang begitu, ternyata hati saya juga terenyuh melihat situasi-situasi seperti itu. Tapi saya tetap berusaha sekuat tenaga dengan prosedur yang ada," ujar M Syaugi di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).


Syaugi tak kuasa menahan tangis saat menjawab pertanyaan keluarga korban yang ingin mendapatkan kepastian soal batas waktu proses pencarian.

"Kami memahami, kami bukan manusia super, bukan manusia sempurna, kami berusaha sekuat tenaga, dengan apa yang kami miliki kami yakni bisa mengevakuasi seluruh korban, Bapak-Ibu," kata Syaugi terbata-bata menahan tangis.

"Saya di lapangan, di laut, mudah-mudahan dalam waktu yang ada kami all-out, kalau nanti ada yang bisa ditemukan saya yakin terus mencari Saudara-saudara," lanjut Syaugi mendapat tepuk tangan keluarga korban.

Dipastikan pencarian korban dilakukan selama 24 jam. Bahkan pada Minggu (4/11) malam, penyelam dikerahkan karena arus dasar laut tenang.

"Mudah-mudahan masih yang ada lagi yang ditemukan, kami tidak akan berhenti. Nanti akan kita lihat 10 hari kita analisa lagi apabila masih ada kemungkinan untuk ditemukan korban-korban tersebut ya akan diperpanjang kita akan analisa," ujar Syaugi.

Selain mencari korban, tim SAR gabungan mencari CVR black box Lion Air. Sinyal black box sempat terdeteksi tapi belum dapat ditemukan, Minggu (4/11).

"Kemarin itu 'ping... ping...' berbunyi tetapi lemah. Sudah kita selami ke daerah yang diperkirakan adanya ping tersebut tetapi ternyata di situ lumpur atau pasirnya cukup dalam sehingga ini perlu dicari terus sampai ketemu," sambungnya.

Operasi evakuasi Lion Air akan dievaluasi setelah masanya diperpanjang tiga hari pada Minggu (4/11). Evaluasi bergantung pada temuan di lapangan.

Detik
loading...