Ungkapan-ungkapan Presiden Jokowi Ketika Kesal

shares

Loading...
Presiden Jokowi tak henti-hentinya diserang dengan berbagai isu oleh lawan politik. Mulai dari isu PKI, SARA hingga ekonomi muncul selama menjabat sebagai kepala negara dan pemerintahan.

Awalnya mantan gubernur DKI Jakarta itu tak bergeming diterpa isu-isu tersebut. Namun belakangan, Jokowi mulai menunjukkan kekesalannya sampai keluar ungkapan-ungkapan yang bikin kontroversi. Berikut ulasannya soal ungkapan Jokowi:

1. Jokowi: Mau Saya Tabok Orangnya
Selama empat tahun memimpin, Presiden Jokowi selalu dikaitkan dengan PKI. Dia dituding keturunan dan juga aktivis PKI. Jokowi tak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya atas tudingan-tudingan itu. Dia menyatakan bakal mencari siapa yang menyebar isu bohong tersebut.

"Ini yang kadang-kadang haduh. Mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul. Saya ini sudah 4 tahun digini-giniin. Sabar, sabar ya Allah, sabar, sabar. Tapi sekarang saya berbicara karena jangan sampai ada 9 juta orang percaya terhadap berita-berita begini," kata Jokowi.

2. Kata Sontoloyo
Sebagai manusia biasa, Presiden Jokowi mempunyai batas kesabaran. Saat terus menerus diserang dia pun menunjukkan kekesalannya. Salah satunya ketika rencana penganggaran Dana Kelurahan jadi polemik sebagian pihak.

Dari persoalan itu kemudian keluar ungkapan politikus sontoloyo dari mulut Jokowi. Ungkapan itu bentuk kekesalan kepala negara lantaran niatnya membantu rakyat malah dipolitisasi. Sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan rakyat agar hati-hati dengan para politikus.

"Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi banyak juga politikus sontoloyo. Kita lihat mana yang bener mana yang enggak betul. Kita lihat jangan sampai dibawa oleh politikus-politikus hanya untuk kepentingan sesaat, memudarkan kesatuan persatuan dan persaudaraan kita," ujar Jokowi.

3. Jokowi: Itu Namanya Politik Genderuwo
Tak cuma sontoloyo, Presiden Jokowi juga sempat menyebut kata genderuwo ditujukan kepada para politikus. Jokowi geram lantaran saat ini banyak politikus yang melakukan politik tidak beretika dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran, dan propaganda ketakutan. Menurut dia tidak hanya membuat takut, politikus semacam itu juga ingin memunculkan situasi ketidakpastian.

"Membuat ketakutan. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti, politik genderuwo," kata Jokowi.

4. Gebuk
Beberapa waktu lalu, muncul isu jika Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bangkit kembali. Mendengar kabar tersebut, Presiden Jokowi meminta pihak yang menyebut bangkitnya PKI untuk menunjukkan bukti. Jokowi menegaskan tidak ada tempat lagi bagi PKI.


"Kalau ada tunjukkan kepada kita, kepada saya. Saya gebuk detik itu juga. Upaya hukumnya jelas, sudah dilarang. Apalagi sampai disorong-sorongkan ke saya, seolah-olah saya melindungi. Ini supaya jelas," ujar Jokowi.

Merdeka
Loading...