Dear yang suka Nyinyirin Jokowi, Luhut: Belasan Tahun Indonesia Kecanduan Crude Oil

shares

Loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan soal kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini defisit karena puluhan tahun kecanduan impor bahan bakar minyak (BBM).

Ia menjelaskan, tahun ini merupakan tahun defisit RI. Luhut menjelaskan, RI memiliki kelemahan yaitu permasalahan terletak pada impor dan ekspor yang tidak berimbang

"Itu (impor BBM) yang membuat kita juga kacau. Kenapa itu terjadi, kita terlalu banyak impor yang tidak perlu kita lakukan impor. Bertahun-tahun, berbelas belas tahun sudah kecanduan crude oil (BBM mentah)," kata dia dalam acara Seminar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (3/12/2018).

Ia menjelaskan, salah satu cara agar RI bisa menurunkan kuota impor minyak mentah yaitu terus menggenjot menggunakan B20. Ia menjelaskan, langkah ini efektif untuk mengoptimalisasi produksi sawit yang melimpah di dalam negeri.

"Kita bisa menggantikan dengan tadi palm oil (minyak sawit). Palm oil ini sekarang kita buat B20 dan kita mau bikin tadi sampai B100 kita akan mengurangi secara signifikan impor crude oil," jelas dia.

Sementara itu, sebagai informasi nilai tukar rupiah mudah terpengaruh oleh transaksi ekspor impor minyak dan gas (migas). Hal tersebut terlihat dari dampak ekspor impor terhadap perubahan besaran nilai tukar.

Setiap terjadi kenaikan impor US$ 1 miliar maka rupiah melemah sebanyak Rp 455. Sementara, setiap kenaikan ekspor US$ 1 miliar dolar maka rupiah akan menguat sebanyak Rp 467.

Hal itu berbeda dengan ekspor impor untuk non migas, Setiap kenaikan impor non migas sebesar US$ 1 miliar rupiah akan melemah Rp 90. Jika ekpor non migas meningkat US$ 1 miliar maka terjadi penguatan sebanyak Rp 302.

Ekspor-impor non migas pengaruhnya ke mata uang tak terlalu signifikan mengingat barang yang diimpor kebanyakan akan diekspor lagi.


Kondisi tersebut, berbeda dengan migas, di mana Indonesia saat ini net importir. Artinya, nilai impor lebih besar daripada ekspor.

Detik
Loading...