Vice President PT KCI Akui Peserta Pria Reuni 212 Paksa Masuk Gerbong Perempuan

shares

Loading...
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membenarkan adanya pemaksaan masuk sejumlah lelaki peserta Reuni Akbar  212 ke gerbong perempuan kereta rel listril (KRL) kemarin, Ahad, 2 Desember 2018.

Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan peristiwa itu terjadi di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, tujuan Bogor.

"Ada sekitar dua (gerbong) kereta khusus wanita depan dan belakang (yang diburu massa)," kata Eva kepada Tempo, Senin, 3 Desember 2018. Laporan tentang pemaksaan masuk sejumlah orang ke gerbong khusus ini diterima KCI melalui media sosial Twitter.

Sejumlah orang tampak mengunggah foto diri para pelaku. Salah satu pelapor, Tania, melalui akun @puputtania, mengunggah foto itu disertai kalimat protes yang ia layangkan kepada KCI.

"Ini entah ada acara apa dari juanda ke arah bogor tiba2 banyak laki2 bergerombol masuk ke gerbong khusus wanita tapi kereta tetap diberangkatkan, petugas malah cuma teriak “maaf darurat”. Emang boleh seperti ini? Atas dasar apa ini dikategorikan sebagai darurat? @CommuterLine tulis Tania.

Eva mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan dari pelanggannya. Ia mengimbuhkan, saat kejadian berlangsung, petugas pengawas keamanan sudah berupaya menertibkan. Namun, massa tetap masuk.

Demi menjamin keadaan yang kondusif,  penumpang pria itu lantas diturunkan di Stasiun Manggarai. Petugas stasiun setempat melakukan penertiban ulang.

Adapun pengaturan kembali baru dilakukan di Stasiun Manggarai karena menimbang jumlah personel yang berjaga. "Ada tambahan petugas di Stasiun Manggarai," katanya.


Selain penumpang laki-laki yang merangsak masuk ke gerbong khusus, Eva mengakui terjadi kepadatan luar biasa pada jam tertentu saat para peserta Reuni Akbar 212 bubar. "Namun langsung kondisif setelah itu," ujar Eva.

Tempo
Loading...